Timnas Indonesia U-17 harus menyerah dari Zambia U-17 di laga perdana Piala Dunia U-17 2025. (Dok: Kita Garuda)
JawaPos.com - Timnas Indonesia U-17 menelan kekalahan kedua di ajang Piala Dunia U-17 2025. Pada laga kedua grup H di Aspire Zone Pitch 7, Al Rayyan, Doha, skuad Garuda Muda ditundukkan Brasil U-17 empat gol tanpa balas. Empat gol tim Samba junior dicetak oleh Luis Eduardo (3’), gol bunuh diri Putu Panji (33’), Felipe Morais (39’), dan Ruan Pablo (75’).
Dalam laga ini, permainan Indonesia kembali menunjukkan pola yang sama seperti saat menghadapi Zambia U-17. Tim baru bisa bermain lebih lepas dan berani di babak kedua, terutama setelah masuknya Zahaby Gholy, Mierza Firjatullah, dan Fandi Ahmad.
Pelatih Timnas U-17 Nova Arianto menjelaskan bahwa keputusan baru menurunkan Gholy dan Mierza di babak kedua merupakan bagian dari strategi. Ia menyadari bahwa Brasil U-17 memiliki agresivitas tinggi, sehingga lebih mengutamakan pemain bertipikal bertahan sejak awal.
“Dan saya melihat secara defend Rafi (Rasyiq), Evandra (Florasta), Dimas (Adi Prasetyo) juga lebih baik daripada Gholy. Dan kenapa saya masang dulu ketiganya karena sekali lagi kami ingin fokus ke defend,” ujarnya.
Namun, strategi itu belum membuahkan hasil. Indonesia kebobolan tiga gol di babak pertama. “Karenanya, masuknya Zahaby, Mierza, dan Fandi saya bilang hampir cukup maksimal dan membuat kita hidup lagi dalam menyerang,” tutur Nova.
Pelatih berusia 45 tahun itu juga mengakui masih banyak kesalahan mendasar yang dilakukan pemain secara individual. Hal tersebut menjadi catatan besar bagi tim pelatih. “Mungkin bukan hanya tim U-17, U-20, U-23. Tetapi saya lihat itu menjadi salah satu kelemahan dari pemain kita,” ucapnya.
Itulah yang menjadi perhatian utama untuk diperbaiki ke depan. “Bagaimana kita mau bersaing di dunia, di Asia, ya kita harus lebih siap lagi dari masalah individual,” katanya.
Meski demikian, Nova cukup puas dengan performa tim secara keseluruhan. Ia menilai penampilan Indonesia kali ini lebih baik dibanding saat melawan Zambia U-17.
“Dan saya mau pemain selalu menunjukkan effort seperti ini,” tegasnya.
Dua kekalahan memang membuat langkah Indonesia berat, tetapi peluang untuk lolos ke babak 32 besar belum tertutup.
Skuad Garuda Muda masih bisa melangkah lewat jalur peringkat ketiga terbaik. Berdasar regulasi, ada tiga kriteria untuk lolos ke 32 besar. Yaitu juara grup (12 tim), runner-up (12 tim), dan peringkat tiga terbaik (8 tim).
Karena itu, laga terakhir melawan Honduras U-17 (10/11) menjadi penentu. Indonesia wajib menang jika ingin menjaga asa lolos. Honduras juga menelan dua kekalahan setelah kemarin ditumbangkan Zambia U-17 dengan skor 5-2.
Di laga pertama mereka disikat Brasil 7—0. “Ya, kita masih ada satu game lagi. Bagaimanapun caranya saya minta dapat tiga poin dan peluang kita masih terbuka untuk lolos ke babak selanjutnya,” ungkap Nova.
“Terlepas nanti kita menang dan kita lolos atau enggak, saya enggak peduli itu. Tetapi saya ingin kita dapat tiga poin,” tegasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
