
Pelatih Persis Solo kewalahan menghadapi gaya bermain Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025). (Dok. Persis Solo)
JawaPos.com — Persis Solo harus menelan pil pahit di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu malam, setelah kalah 2-1 dari Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-11 Super League 2025/2026. Kekalahan itu bukan hanya membuat Laskar Sambernyawa pulang tanpa poin, tapi juga menyeret mereka semakin dekat ke zona degradasi.
Pelatih Persis Solo, Peter De Roo, mengakui timnya kalah secara taktis dan mental dari tim tuan rumah yang dilatih Eduardo Perez.
Ia menyebut Persebaya Surabaya bermain lebih cerdas memanfaatkan momen penting, terutama saat Persis kehilangan fokus di menit krusial.
Pelatih asal Belanda itu menyayangkan timnya gagal mengonversi dominasi penguasaan bola menjadi gol tambahan yang bisa mengubah jalannya laga.
Menurutnya, Persis sebenarnya tampil cukup baik, terutama di babak pertama, ketika mampu menekan dan menjaga ritme permainan. Namun, satu kesalahan kecil jelang turun minum mengubah arah pertandingan secara drastis.
Gol Persebaya Surabaya di akhir babak pertama membuat mental pemain Persis terganggu dan kehilangan momentum.
Setelah kebobolan gol kedua, permainan Laskar Sambernyawa kian tidak terorganisir dan mulai kehilangan ritme.
Peter menyebut timnya berusaha keras mengejar ketertinggalan, tapi terburu-buru dalam mengambil keputusan di sepertiga akhir lapangan.
Beberapa peluang yang seharusnya bisa menjadi gol justru hilang karena penyelesaian akhir yang kurang tenang.
Ia menilai kelelahan juga menjadi faktor yang membuat Persis sulit menjaga disiplin di lini pertahanan.
Pemainnya harus menutup ruang yang luas untuk mengantisipasi serangan balik cepat dari Persebaya Surabaya yang tampil efisien dan agresif.
“Gol menjelang turun minum menjadi momen yang buruk bagi kami. Setelah kebobolan gol kedua, permainan kami mulai kehilangan ritme,” tegasnya.
Menurut Peter, Persebaya Surabaya mampu memanfaatkan setiap celah kecil yang ditinggalkan pemain Persis untuk menciptakan peluang berbahaya.
Dalam pandangan sang pelatih, timnya sejatinya memiliki momen untuk membalas melalui serangan balik.
Namun karena terburu-buru, Persis justru sering kehilangan bola di area berbahaya dan memberi kesempatan bagi tuan rumah untuk menekan balik.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
