Rachmat Irianto fokus latihan intensif bersama Persebaya Surabaya jelang hadapi Persis Solo, Minggu (2/11/2025). (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Rachmat Irianto menekankan pentingnya komunikasi positif di lapangan dan menghindari kesalahan fatal jelang laga Persebaya Surabaya melawan Persis Solo. Kapten Green Force itu ingin seluruh pemain menjaga kebersamaan dan tidak saling menyalahkan ketika menghadapi situasi sulit di pertandingan.
Pertemuan Persebaya Surabaya kontra Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025), menjadi momen penting bagi tim asuhan Eduardo Perez untuk bangkit dari hasil buruk sebelumnya.
Tekanan untuk menang di kandang terasa begitu besar, terutama setelah beberapa laga terakhir tidak berjalan sesuai harapan.
Rian, sapaan akrab Rachmat, mengingatkan rekan setimnya agar tetap fokus dan menjaga semangat kolektif di setiap menit permainan.
Ia menilai kekompakan di lapangan menjadi kunci agar Persebaya Surabaya bisa keluar dari tren negatif dan kembali mempersembahkan kemenangan bagi Bonek.
Menurut Rian, pengalaman dari pertandingan sebelumnya memberi pelajaran berharga bagi seluruh pemain.
Bermain dengan sembilan atau sepuluh orang membuat tim kesulitan menjaga ritme dan strategi permainan, apalagi saat menghadapi lawan dengan intensitas tinggi.
“Kalau bermain dengan sembilan pemain, sangat sulit. Jangan saling menyalahkan, tetap dukung satu sama lain,” ujar Rian dengan tegas.
Ucapan Rian menggambarkan suasana ruang ganti Persebaya Surabaya yang tengah berusaha memperkuat mental dan disiplin.
Para pemain diminta saling percaya dan saling menutupi kekurangan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti laga sebelumnya.
Pelatih Eduardo Perez juga menyoroti pentingnya menjaga kedisiplinan dan konsentrasi penuh selama 90 menit pertandingan.
Ia mengaku sudah melakukan evaluasi mendalam setelah kekalahan terakhir yang dipengaruhi oleh kartu merah dan keputusan-keputusan yang merugikan tim.
“Kami tentu ingin menuntaskan setiap pertandingan dengan 11 pemain. Namun, kadang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kontak kecil pun bisa berujung kartu merah,” ungkap pelatih asal Spanyol itu dalam konferensi pers di Surabaya.
Eduardo menegaskan fokus utama tim saat ini adalah bermain dengan kepala dingin dan tidak terpancing emosi.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
