Yoyok Sukawi (kiri) turut memantau latihan PSIS Semarang di Kick Off, POJ City, Semarang. (Badan Liga Indonesia)
JawaPos.com - Isu mengenai kejelasan posisi Yoyok Sukawi dalam manajemen PSIS Semarang kembali mencuat di kalangan suporter. Hal ini dipicu oleh unggahan Ketua Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng, melalui akun Instagram pribadinya @kepareng_wareng.
Dalam unggahan tersebut, Wareng menyoroti kehadiran Yoyok saat mendampingi sesi latihan Laskar Mahesa Jenar di Lapangan Gelora Weleri, Kendal. Wareng mempertanyakan sikap Yoyok yang sebelumnya telah menyatakan mundur dari jabatan CEO PSIS Semarang menjelang Pilkada Kota Semarang 2024.
Kala itu, Yoyok mengaku ingin fokus mengurus bisnis keluarga dan menyerahkan kendali klub sepenuhnya kepada Agung Buwono. Namun, kemunculan Yoyok dalam latihan tim baru-baru ini menimbulkan tanda tanya di kalangan pendukung PSIS terkait peran sebenarnya di klub kebanggaan masyarakat Semarang tersebut.
“YS sudah tidak pegang PSIS, semua sudah diserahkan ke Agung. YS mau fokus bisnis keluarga,” tulis Wareng dalam unggahan Instagram-nya. “Halo, kata-kata begitu sudah digembar-gemborkan sejak tahun lalu. Sekarang kalau memang fokus bisnis keluarga, kenapa datang ke latihan di Weleri? Apa mau maju Bupati Kendal, kwak,” sambungnya, disertai emotikon yang menyindir.
Unggahan tersebut langsung menyita perhatian suporter PSIS. Kolom komentar pun dipenuhi berbagai tanggapan, mulai dari dukungan hingga sindiran keras terhadap kondisi manajemen klub.
Salah satu komentar datang dari akun @danang.hermawanto12 yang menulis: “Uwis jelas rak nduwe duit tenan yen ki, nyewa lapangan latian neng Semarang wae wis rak kuat. Mesakke PSIS, ngo politik tok.”
Komentar tersebut mencerminkan kekecewaan sebagian suporter yang menilai PSIS tengah terpengaruh urusan politik internal.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi baik dari pihak Yoyok Sukawi maupun manajemen PSIS Semarang terkait kehadiran Yoyok di sesi latihan tersebut.
Meski demikian, isu ini kembali memantik diskusi hangat di kalangan suporter mengenai transparansi dan profesionalisme pengelolaan klub. Para pendukung berharap polemik antara pemilik saham, manajemen, dan suporter segera berakhir agar PSIS dapat kembali fokus memperbaiki performa di lapangan.
Saat ini, PSIS masih berada di dasar klasemen Championship dan terancam degradasi ke Liga 3 musim depan. Dengan meningkatnya sorotan publik terhadap manajemen, suporter berharap langkah nyata segera diambil agar Laskar Mahesa Jenar bisa kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
