Pertemuan PSIM Yogyakarta dan suporter. (Media PSIM)
JawaPos.com - Manajemen PSIM Yogyakarta bersama dua kelompok suporter setianya, Brajamusti dan The Maident, sepakat untuk menjaga nama baik klub dengan mematuhi regulasi larangan kehadiran suporter di laga tandang.
Kesepahaman ini tercapai dalam forum audiensi rutin bertajuk “Guyub Sedulur” yang digelar di Monumen PSSI, Baciro, pada Jumat (10/10) malam.
Pertemuan tersebut menjadi ruang terbuka antara manajemen dan perwakilan suporter untuk memperkuat komunikasi dan transparansi.
Hadir dalam kesempatan itu, Manajer Umum Steven Sunny, Manajer Tim Razzi Taruna, serta Ketua Panpel Wendy Umar Seno Aji. Sementara itu, Direktur Utama Yuliana Tasno turut menyampaikan arahannya secara daring dari luar negeri.
Dalam diskusi, fokus utama tertuju pada sosialisasi dan pemahaman terkait aturan larangan suporter bertandang yang diberlakukan oleh PSSI. Aturan ini menjadi perhatian serius mengingat beberapa insiden di kompetisi sebelumnya yang melibatkan suporter dari berbagai klub.
Yuliana Tasno, atau akrab disapa Liana, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk nyata kecintaan terhadap klub.
“Jika kita masih melanggar peraturan yang ada, itu bukan hanya bisa mengancam keselamatan diri, tetapi juga reputasi nama besar PSIM,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan sejati seharusnya ditunjukkan melalui sikap yang positif.
“Kalau memang mencintai PSIM, mari kita taati aturan dan jaga diri kita. Dukung PSIM dengan cara yang membanggakan,” imbuhnya.
Dari pihak suporter, baik Brajamusti maupun The Maident menyambut baik ajakan tersebut. Mereka sepakat untuk turut mengedukasi para anggotanya agar tidak melakukan perjalanan ke laga tandang selama larangan masih berlaku.
Meski begitu, mereka juga berharap manajemen dapat memberikan panduan yang lebih rinci agar tidak terjadi salah paham di lapangan.
Perwakilan suporter menilai forum Guyub Sedulur sebagai wadah yang efektif untuk menjaga hubungan baik antara klub dan pendukungnya. Melalui forum ini, aspirasi bisa tersampaikan dengan lebih terbuka dan solusi dapat dicapai bersama.
Manajemen PSIM berharap kesepahaman ini menjadi langkah awal menuju hubungan yang lebih solid dengan para suporter. Dengan kedewasaan dalam mendukung tim, PSIM ingin memastikan semangat Laskar Mataram tetap menyala tanpa harus melanggar aturan yang berlaku.
Kesepakatan malam itu menjadi bukti bahwa PSIM dan suporternya satu suara mencintai klub tidak harus selalu hadir di tribun, tapi juga dengan menjaga nama baik dan martabat kebanggaan Jogjakarta di kancah sepak bola nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
