Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Agustus 2026 | 01.58 WIB

Imbangi Bhayangkara FC di Uji Coba, Pelatih PSIM Dapat Gambaran Utuh Timnya

Pemain PSIM Ezequiel Vidal (kanan) saat melawan Bhayangkara FC di laga uji coba. (PSIM) - Image

Pemain PSIM Ezequiel Vidal (kanan) saat melawan Bhayangkara FC di laga uji coba. (PSIM)

JawaPos.com – PSIM Yogyakarta terus mematangkan kesiapan jelang Super League 2026/2027. Laskar Mataram menggelar uji coba melawan sesama tim Super League, Bhayangkara Presisi Lampung FC, pada Sabtu (15/8) di Boyolali.

Pada laga itu, durasi waktu disamakan dengan pertandingan umumnya (2 x 45 menit). Dalam laga itu, kedua tim berbagi angka dengan skor 2-2.

Dikutip dari situs resmi PSIM, pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel mengaku timnya menerapkan taktik yang berbeda dari uji coba sebelumnya. Dan, menurut Van Gastel, timnya menunjukkan kemajuan.

“Menurut saya, kami bermain cukup bagus (lawan Bhayangkara FC). Taktik yang diterapkan sedikit berbeda karena lawan bermain di luar perkiraan kami. Terutama dalam hal penguasaan bola. Kami tampil sangat baik dan semangat tim untuk meraih hasil maksimal juga luar biasa,” ungkap Van Gastel di situs resmi tim.

Pelatih asal Belanda tersebut mengaku senang atas respons positif seluruh anggota tim selama laga berlangsung. “Saya sangat puas dengan pertandingan ini,” ujar Van Gastel.

Pertemuan kontra Bhayangkara menjadi sarana evaluasi menyeluruh mengenai perkembangan taktik permainan Laskar Mataram. Laga level kompetitif ini memberi gambaran mengenai peta kekuatan tim saat ini. Van Gastel menilai duel melawan sesama tim Super League menghadirkan laga yang sarat strategi.

“Sehingga unsur taktis (dalam laga) lebih dominan dibandingkan dua laga sebelumnya yang menguras aspek fisik,” terang Van Gastel. “Bagi kami, ini adalah pertandingan bagus sekaligus menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana kesiapan tim, baik dari segi fisik maupun taktik,” lanjut eks asisten pelatih FC Besiktas itu.

Pada laga lawan Bhayangkara FC, Van Gastel juga menerapkan skema pembagian menit bermain guna mengukur kesiapan seluruh penggawa. Komposisi menit tampil diatur sedemikian rupa demi menjaga kondisi kebugaran pemain tetap optimal.

“Kami membagi menit bermain para pemain menjadi 60 menit dan 30 menit. Keputusan ini berjalan baik karena bagi pemain utama waktu 60 menit sudah cukup untuk meminimalkan risiko cedera jika bermain lebih lama,” jelas Van Gastel.

Editor: Edi Yulianto
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore