
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert memberikan arahan kepada pemain saat menghadapi Chinase Taipei dalam International Friendly Match di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, kemarin (5/9). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Pelatih Patrick Kluivert enggan ambil pusing soal rekor buruk Timnas Indonesia setiap bertemu dengan Irak. Dia menyebut situasi sekarang sudah berbeda dan Garuda siap mati-matian memenangkan pertandingan.
Timnas Indonesia memang punya rekor mengenaskan setiap bentrok dengan Irak. Sejak bentrok untuk kali pertama pada 1968, Garuda cuma pernah menang sekali dalam 11 pertemuan. Sementara imbang dua kali dan sisanya berujung kekalahan.
Satu-satunya kemenangan Timnas Indonesia didapat pada pertemuan pertamanya. Ketika itu Garuda menang 2-1 atas Irak dalam Kualifikasi Olimpiade pada 1968.
Bahkan dalam tiga bentrokan terakhir, Timnas Indonesia selalu kalah. Pertemuan itu cukup segar karena masih kurang dari dua tahun. Yakni dua kali pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan Piala Asia 2024.
Pada R2 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia kalah 1-5 dari Irak di kandangnya. Kemudian ketika di Jakarta, Garuda kalah 0-2. Begitu pula dengan di Piala Asia 2024, di mana saat itu tim Merah Putih kandas dengan skor 1-3.
Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia, tahu catatan itu. Meski dia baru memimpin pada Januari tahun ini, tapi juru taktik asal Belanda itu paham betul betapa bahayanya Irak setiap bertemu Garuda.
"Tim Irak, kami harus menghormati mereka. Seperti yang saya katakan di pertandingan-pertandingan sebelumnya, mereka mendapat hasil yang bagus melawan kami. Tetapi sekarang situasinya, tentu saja, berbeda," kata Kluivert dalam jumpa pers sehari jelang laga.
Tapi, kata Kluivert, kini Timnas Indonesia sudah berbeda. Garuda bertekad untuk mematahkan rekor pahit itu dengan kemenangan penting di R4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah pada Minggu (12/10) dini hari WIB.
"Kami harus menang. Itu satu-satunya hal yang perlu kami lakukan. Sangat sulit, tetapi kami adalah orang-orang yang berani. Kami memiliki tim yang benar-benar saling bersatu, saling mendukung dan untuk satu sama lain. Dan itulah yang perlu kami tunjukkan juga besok," ucapnya.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami akan memainkan permainan dengan baik, seperti pertandingan melawan Saudi, dan kami akan berjuang habis-habisan," tambah Kluivert.
Lebih lanjut Patrick Kluivert cukup percaya diri karena mereka tak sendiri. Timnas Indonesia disebut olehnya akan dapat sokongan besar dari masyarakat Indonesia meski tak semuanya bisa meramaikan stadion.
Baca Juga: Rekor Buruk Timnas Indonesia Saat Bertemu Irak: 8 Pertandingan Terakhir Tak Pernah Menang
"Kami tahu bahwa para penggemar berdiri di belakang kami dan kami harus ada di sana juga untuk mereka karena kami mewakili negara, seperti semua orang lainnya," tuntasnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
