
Mauricio Souza waspada ledakan Dewa United saat jamu Persija Jakarta di pekan 4 Super League 2025/2026. (Media Persija)
JawaPos.com-Persija Jakarta pernah dikenal sebagai tim yang lekat dengan para pemain asing dari Eropa. Tapi, kiblat Macan Kemayoran seketika berpindah jadi Brasil per musim 2025/2026.
Aroma Brasil saat ini sangat kental dalam skuad Persija Jakarta di Super League 2025/2026. Ini terbukti dari banyaknya sosok dari negeri Samba baik di jajaran tim kepelatihan maupun pemain.
Dari tim pelatih misalnya. Ada sosok Mauricio Souza sebagai pelatih kepala. Kemudian para asistennya antara lain Italo Bartole Resende sebagai asisten pelatih teknik, Vitor Branco Da Cruz (pelatih fisik), Gerson Rodrigues Rios (pelatih kiper), dan Caio Vito Jordao (analis), serta Claudio Luzardi sebagai penerjemah.
Koneksi Brasil di Persija pun diperluas Mauricio Souza. Eks pelatih Madura United FC itu mendatangkan sejumlah pemain dari negara sepak bola itu untuk melengkapi 11 pemain asing Macan Kemayoran.
Ada delapan pemain Brasil anyar yang diangkut. Yakni Van Basty Sousa, Fabio Calonego, Gustavo Franca, Thales Lira, Allano Lima, Alan Cardoso, Maxwell Souza, dan Bruno Tubarao.
Kedatangan mereka menambah amunisi Brasil yang sebelumnya sudah ada di Persija. Yakni kiper Carlos Eduardo dan penyerang Gustavo Almeida. Otomatis hanya Ryo Matsumura (Jepang) yang berkewarganegaraan di luar Brasil dalam kuota 11 pilar asing Macan Kemayoran.
Aroma Brasil ini menarik perhatian publik sepak bola nasional. Sebab Persija sebelumnya dikenal sebagai tim yang erat dengan pemain asing dari benua biru alias Eropa.
Setidaknya dari musim 2022/2023, di mana saat itu Persija dilatih Thomas Doll. Macan Kemayoran kala itu punya Ondrej Kudela, Michael Krmencik (Republik Ceko), Hanno Behrens (Jerman), dan Marko Simic (Kroasia).
Lantas apa yang membuat Persija beralih kiblat dari Eropa menjadi Brasil? Bambang Pamungkas selaku Direktur Olahraga Persija menyatakan, sebenarnya sejak awal tak ada pakem spesifik kalau pemain asing Macan Kemayoran harus dari salah satu negara Amerika Latin tersebut.
“Sebenarnya tidak harus (Brasil), sempat ada nama dari Meksiko, Kolombia, dan sebagainya. Tugas saya adalah mengakomodasi keinginan pelatih,” kata Bambang Pamungkas.
“Ada banyak nama. Sempat yang nama yang keluar (menjadi rumor), tetapi tidak jadi. Itu menunjukkan sebenarnya kami tidak hanya fokus pada (pemain) Brasil. (Pemain) yang kita dapatkan saat ini adalah yang sesuai dengan keinginan pelatih," sambung Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas.
Keputusan itu pun cukup disyukuri Bepe. Sebab para pemain Brasil yang ada sekarang cukup cepat beradaptasi dan nyetel dengan Persija di bawah komando Mauricio Souza.
“Saya cukup merasa senang karena para pemain Brasil yang baru datang ini cukup bisa berbaur. Itu cukup menggembirakan. Karena biasanya pemain yang baru pernah tinggal di Indonesia cukup kesulitan dengan hal tersebut,” ungkap Bambang.
“Mungkin ini juga karena kita punya dua pemain Brasil sebelumnya, (sehingga) cukup bisa membantu proses adaptasi mereka," ucap Bepe menambahkan.
Sementara itu, Mauricio Souza pernah mengatakan bahwa menciptakan koneksi Brasil dalam Persija bukan sebuah kebetulan semata. Dia menyebut para pilar asing yang didatangkan merupakan hasil pemantauan dan bidikannya sebagai pelatih di negaranya sendiri.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
