
Maarten Paes saat bercerita tentang kisah perjuangan neneknya selama Perang Dunia II. (Media FC Dallas)
JawaPos.com—Nenek Maarten Paes pernah hidup berpindah dari kamp ke kamp selama Perang Dunia II. Kisah kelam itu kini menjadi sumber semangat sang kiper Timnas Indonesia dalam membela Merah Putih di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Paes menceritakan betapa besar pengaruh sang nenek dalam hidupnya. Dia menuturkan, perempuan kuat itu pernah tinggal di Indonesia selama lima hingga enam tahun sebelum perang pecah.
Ketika Perang Dunia II melanda Asia, nenek Paes harus menghadapi kenyataan pahit. Dia ditahan di beberapa kamp perang Jepang selama bertahun-tahun sebelum akhirnya bisa kembali ke Belanda dengan kapal.
Kisah itu melekat dalam ingatan Maarten Paes. Dia tumbuh besar mendengar cerita tentang keteguhan, kehilangan, dan cinta neneknya terhadap Indonesia.
“Dia selalu berbicara dengan penuh rasa syukur tentang waktu itu. Terutama masa sebelum perang, meski di masa perang dia kehilangan ibunya di kamp,” ungkap Paes dalam video yang diunggah FC Dallas, Selasa (7/10).
Bagi Paes, Indonesia bukan sekadar tanah kelahiran neneknya. Negara ini adalah bagian dari identitas dan sejarah keluarganya yang tak bisa dipisahkan.
Sang nenek sering bercerita tentang keindahan dan keramahan orang-orang Indonesia. Meskipun masa lalunya penuh luka, dia tetap mengenang negeri ini dengan rasa hormat dan kasih.
Cerita-cerita itulah yang kini menjadi bahan bakar semangat Maarten Paes. Saat mengenakan jersey Garuda, dia merasa sedang menghormati perjuangan dan kenangan neneknya.
“Pertama sekali, bermain untuk Indonesia adalah penghormatan kepada nenek saya. Dia meninggal sebulan lalu, dan kami sangat dekat,” kata Paes dengan nada penuh haru.
Sang kiper berusia 26 tahun itu bahkan mengaku perbincangan terakhir dengan neneknya adalah tentang keputusan untuk membela Timnas Indonesia. Dia melihat kebahagiaan di mata sang nenek saat mendengar kabar itu.
“Saya melihat senyum di matanya. Saya tahu itu berarti banyak baginya,” ucap Maarten Paes lirih.
Kini, setiap kali turun ke lapangan, Paes membawa semangat dan doa dari sosok yang begitu dia cintai. Dia ingin memberikan sesuatu yang besar untuk negara yang begitu dihormati neneknya.
“Ya, saya ingin membawa Indonesia ke panggung sepak bola dunia. Negara besar dengan 300 juta orang dan cinta yang luar biasa pada sepak bola,” kata Maarten penuh tekad.
Langkah Paes menuju mimpi itu kini sedang diuji. Timnas Indonesia akan menghadapi Arab Saudi pada 9 Oktober dan Irak pada 12 Oktober di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dua laga tersebut sangat menentukan nasib Tim Garuda. Jika mampu tampil sebagai juara grup, Indonesia akan otomatis lolos ke Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
