
Ryhan Stewart, akhirnya angkat bicara soal unggahannya yang pernah viral bertuliskan “Latin Night” (sumber ig @faktabola)
JawaPos.com - Pemain tim nasional Singapura, Ryhan Stewart, akhirnya angkat bicara soal unggahannya yang pernah viral bertuliskan 'Latin Night' seusai laga melawan Malaysia tahun lalu, sebuah frasa yang kini kembali ramai diperbincangkan setelah FIFA menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait kasus naturalisasi pemain.
Dalam wawancara terbaru, diunggah @fakta.bola, Stewart menjelaskan bahwa kalimat yang dulu ia tulis di media sosial bukan dimaksudkan untuk menghina atau memicu kontroversi. "Jujur saja, tidak banyak yang bisa saya komentari. Semua sudah tertulis jelas dalam dokumen FIFA," kata Stewart dengan nada tenang. "Saya lebih ingin fokus pada kualifikasi minggu ini".
Namun ketika ditanya apakah ia menduga unggahan singkatnya akan menjadi viral sebesar itu, pemain berusia 24 tahun itu menggeleng sambil tersenyum. "Tidak sama sekali. Aku hanya sedikit bersenang-senang, menyodok kecil saja. Sedikit lelucon. Aku tidak menyangka semua ini akan sebesar itu," ujarnya.
Ungkapan 'Latin Night' sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah Stewart menulisnya usai pertandingan persahabatan antara Singapura dan Malaysia. Banyak netizen menilai caption itu sebagai sindiran terhadap banyaknya pemain naturalisasi berdarah Latin di skuad Malaysia. Saat itu, perdebatan soal identitas dan keaslian pemain tengah memanas di kawasan Asia Tenggara.
Kini, konteks itu terasa berbeda. FIFA baru saja menjatuhkan sanksi kepada Malaysia karena pelanggaran dalam proses naturalisasi pemain, membuat pernyataan Stewart kembali mencuat ke permukaan. Meskipun Stewart menolak berkomentar lebih jauh, banyak warganet yang menilai kata-katanya dulu kini terdengar 'profetik'.
Publik sepak bola regional memandang kejadian ini sebagai refleksi atas praktik naturalisasi yang semakin sering diperdebatkan, terutama soal batas antara strategi kompetitif dan integritas nasional.
Stewart sendiri memilih untuk menutup topik itu dengan pendekatan profesional. "Bagi saya, itu masa lalu," katanya singkat. "Yang penting sekarang adalah bermain untuk tim dan berusaha lolos ke putaran berikutnya".
Meski awalnya dimaksudkan sebagai candaan ringan, kalimat 'Latin Night' kini punya gema yang jauh lebih besar, menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola modern, satu postingan kecil bisa bergaung jauh melampaui lapangan hijau.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022