Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Oktober 2025 | 04.12 WIB

Soroti Insiden Horor Persikad Depok vs PSPS Pekanbaru, Dedi Mulyadi: Sepak Bola Itu Ajarkan Sportivitas, Bukan Saling Menyakiti

Pemain Persikad Depok, Bil - Image

Pemain Persikad Depok, Bil

JawaPos.com - Insiden horor yang mengakibatkan pemain Persikad Depok, Bil'asqan Hi Tenang kolaps menuai sorotan dari banyak pihak. Tak terkecuali Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Bil'asqan mengalami kejadian tak mengenakkan saat membela Persikad Depok melawan PSPS Pekanbaru dalam pertandingan pekan keempat Grup Barat Championship 2025/2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu (4/10).

Dia terlibat tabrakan saat duel udara dengan Jeferson, pilar asing tim tamu. Benturan itu sangat keras hingga membuat Bil'asqan terkapar. Bahkan dirinya sampai sempat kejang sehingga harus dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.

Kejadian Bil'asqan jadi sorotan besar publik sepak bola nasional. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sampai ikut merespons dengan menyayangkan insiden tersebut.

Dedi Mulyadi mengatakan, sepak bola semestinya mengutamakan sportivitas. Bukan justru jadi panggung untuk saling menyakiti lawan masing-masing.

"Sepak bola itu mengajarkan sportivitas. Di lapangan itu berkompetisi, bukan saling menyakiti," kata Dedi Mulyadi.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu pun mendoakan kesembuhan Bil'asqan. Kang Dedi, sapaan akrabnya, berharap kejadian itu tak terulang lagi di masa yang akan datang.

“Semoga peristiwa itu tidak terulang lagi, semoga adikku (Bil Asqan) segera sembuh, dan saya siap support untuk kesembuhannya," ujar Dedi.

"Salam olahraga. Jadikan sepak bola sarana edukasi, rekreasi dan saling mencintai," tambahnya.

Kondisi Bil'asqan sendiri dikabarkan sempat tak bernapas dan tak terkendali usai insiden. Tapi kabar terbaru bahwa sang pesepak bola sudah dalam keadaan stabil dan sadar. Namun Bil'asqan masih harus menjalani perawatan intensif.

"Bili saat ini dalam kondisi stabil 90 dengan kesadaran penuh, tapi masih dalam perawatan intensif dengan diagnosa kontusio cerebri (gegar otak)," tutur dokter tim Persikad dr. Ririn Budiarti.

"Saat ini Bili masih dalam perawatan medis di ruang intensif untuk memantau memar pada otak dan perdarahan subdural hematoma yang masih bisa ditangani dengan obat-obatan," tambahnya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore