Wareng ketika memberikan kritikan pada manajemen. (Instagram/@kepareng_wareng)
JawaPos.com - Situasi PSIS Semarang kian mengkhawatirkan. Setelah menelan empat kekalahan beruntun di empat pekan awal Championship musim 2025/2026, tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu kini terdampar di dasar klasemen sementara.
Tren negatif ini memicu gelombang kekecewaan dari para suporter, termasuk dari Ketua Umum Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng.
Melalui akun Instagram pribadinya, @kepareng_wareng, sosok yang dikenal vokal di kalangan pendukung PSIS itu meluapkan kekecewaannya terhadap kondisi tim dan manajemen klub.
Dalam salah satu unggahannya, Wareng menulis sindiran keras, “Mundur aja daripada tambah bikin pusing orang satu Semarang, anak-anak kecil sekarang nekat-nekat lho.”
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan mendapat beragam tanggapan dari warganet, terutama para pendukung setia PSIS.
Banyak yang sepakat dengan pernyataan Wareng, dengan menilai bahwa manajemen perlu bertanggung jawab atas performa buruk tim yang terus menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Tak berhenti di situ, Wareng juga melontarkan kritik tajam terkait kondisi finansial klub. Dalam postingan berbeda, ia menulis, “Tambak aset deposito keluarga apa udah habis ya? Apa tidak ada orang yang mau berinvestasi di PSIS lagi?”
Ungkapan itu menyinggung dugaan bahwa pengelolaan klub yang tidak sehat dan membuat investor enggan menanamkan modal di PSIS Semarang.
Ia bahkan menambahkan komentar yang lebih menohok, “Menurutku kalau masih dipegang yang sekarang ya jelas udah nggak pada mau, soalnya invest di PSIS itu isinya cuma rugi. Yang dapat nama dan manfaat cuma dia, contohnya itu setiap pemilu kan udah terbukti.”
Meski tidak menyebut nama secara langsung, sindiran itu tampak mengarah pada sosok tertentu yang selama ini dianggap memiliki pengaruh besar di manajemen PSIS.
Dalam unggahan terakhirnya, Wareng kembali menegaskan rasa frustrasinya dengan kalimat singkat namun tajam, “Wis pokoke awuren, yok remok yok.” Ungkapan dalam bahasa Jawa itu menggambarkan rasa kecewa mendalam terhadap situasi tim kesayangan warga Semarang tersebut.
Di sisi lain, pihak manajemen PSIS belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan mundur tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan dari jajaran direksi atau perwakilan klub yang menanggapi kritik dari Panser Biru maupun klarifikasi soal kondisi tim Laskar Mahesa Jenar saat ini.
Sebagai salah satu klub bersejarah di Indonesia, PSIS memang memiliki basis pendukung yang besar dan fanatik.
Namun, performa buruk belakangan ini membuat kepercayaan suporter menurun drastis. Kekalahan demi kekalahan tidak hanya membuat mereka berada didasar klasemen, tetapi juga merusak hubungan emosional antara manajemen dan para suporternya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022