Kepareng saat di Stadion Citarum. (Instagram @kepareng_wareng)
JawaPos.com - PSIS Semarang kembali menuai sorotan setelah kalah 2-1 dari Persiba Balikpapan dalam pertandingan pekan ketiga Pengadaian Championship di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Sabtu (27/9/2025).
Kekalahan ini bukan hanya membuat kecewa para suporter, tetapi juga memantik kritik tajam dari Ketua Umum Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng.
Lewat akun Instagram pribadinya, @kepareng_wareng, ia meluapkan kekecewaannya terhadap manajemen PSIS. Menurutnya, kritik dari suporter selama ini seolah tidak pernah dianggap serius.
“Suporter mengkritik bilang tidak butuh suporter, butuhe penonton. Penonton ikut mengkritik malah dibuat tanpa penonton. Kalau mencarinya yang mendukung tidak peduli kalah atau menang, baik atau jelek, PSIS benar kemarin suruh mendukung penonton bayaran saja,” tulis Wareng dalam unggahannya.
Tak berhenti di situ, ia menegaskan bahwa sudah saatnya ada perubahan besar dalam tubuh tim kebanggaan Kota Semarang tersebut. “Wes wayahe diawur genti cah penyakit neng PSIS,” tambahnya.
Selain menyoroti manajemen, Wareng juga menyinggung sejumlah selebgram Semarang yang pernah terang-terangan mendukung CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, pada ajang Pilwalkot lalu.
Ia menilai setelah pesta politik usai, dukungan tersebut jarang dibarengi dengan suara kritis, padahal kondisi PSIS semakin hari memprihatinkan.
Padahal, sebelum Pilwakot para selebgram itu banyak yang berada di tribun selatan Jatidiri tribun dari Panser Biru ketika menonton PSIS.
Wareng bahkan mengunggah kembali sebuah video tanya jawab antara Yoyok Sukawi dengan beberapa selebgram.
Dalam video itu, ia menuliskan sindiran, “Ini udah turun Liga 2 belum dapat poin sama sekali. Yang kemarin mendukung YS katanya karena cinta PSIS, lekas bersuara yok, udah terbukti lo ini.”
Wareng juga menambahkan "Ayo digas kritik YS, Yoh iki wes kalah karo Persiku, Persiba lho, yen seng ngeritik aku jare ditunggangi kepentingan politik sak iki wayahmu masbos ro influencer yang mengkritik kui yen podo wani".
Unggahan tersebut langsung menuai berbagai komentar dari warganet. Sebagian mendukung pernyataan Wareng sebagai bentuk kepedulian terhadap tim, sementara sebagian lain menilai kritik itu terlalu keras.
Kritik Wareng bukan kali ini saja muncul. Selama beberapa musim terakhir, ia dikenal sebagai sosok yang lantang menyuarakan keresahan suporter Panser Biru.
Baginya, kritik tajam yang ia lontarkan adalah wujud cinta dan keprihatinan mendalam terhadap PSIS Semarang.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
