
Justin Lhaksana. (ig @oranjeindo).
JawaPos.com-Justinus Lhaksana atau yang akrab dipanggil Coach Justin kembali jadi sorotan. Mantan pelatih timnas futsal Indonesia itu menjadi sasaran serangan banyak pundit asal Malaysia.
Semua bermula dari potongan pernyataan dalam sebuah podcast bersama Helmi Yahya yang membahas soal sanksi FIFA terhadap Malaysia. Awalnya, Helmi Yahya bertanya kepada Coach Justin.
“Bukannya Malaysia sedang disanksi FIFA sampai 2027?” tanya Helmi Yahya.
Dengan santai, Coach Justin menjawab bahwa yang terkena sanksi adalah timnas senior Malaysia. Sementara turnamen AFF U-23 tidak masuk kalender resmi FIFA, sehingga tetap bisa diikuti.
Diskusi itu kemudian berkembang ketika Helmi menyinggung soal kasus naturalisasi di Malaysia. Dia menyebut pernah mendengar langsung kabar tersebut saat sedang berada di Kuala Lumpur.
Justin menimpali bahwa kalau Malaysia punya dasar kuat bahwa pemain tersebut memiliki keturunan Malaysia, mereka bisa mengajukan bukti dan melakukan protes secara resmi, bukan ribut di media sosial.
Namun, pernyataan itu membuat sejumlah pundit Malaysia panas. Bukannya melayangkan kritik ke federasi sepakbola mereka sendiri, FAM, kemarahan diarahkan kepada Justinus. Bahkan ada pundit yang sampai meminta FAM dan AFC turun tangan memberikan sanksi kepada Coach Justin.
Lucunya, Sekjen AFC Datok John Windsor yang juga berasal dari Malaysia ikut campur dan turut memberikan komentar. Seperti dikutip dari facebook fanspage Sepak Bola Indonesia.
"Menegaskan tidak ada pemberitahuan resmi dari FIFA mengenai hukuman kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Jika memang ada sanksi, FAM akan menjadi pihak pertama yang diberi tahu, bukan pihak luar," ucap Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor Paul.
Hal ini makin membuat Justin heran. “Ibaratnya kalau lu kagak di-banned ya santai saja. Tapi kan kenyataannya Malaysia memang saat ini kena sanksi,” ucap Justin di kanal YouTube miliknya.
Coach Justin kemudian membuat video bahwa pernyataannya seputar sanksi yang didapat Timnas Malaysia bukan hoaks. Dia menegaskan Malaysia memang tengah menjalani hukuman, sehingga apa yang disampaikannya hanya berdasarkan fakta.
“Yang gue bingung, kenapa malah pundit Malaysia ngamuknya ke gue, bukannya ke federasi mereka sendiri?” tambah Justin.
Menurut Justin, naturalisasi di Indonesia dan Malaysia punya perbedaan mendasar. Indonesia, kata dia, mengikuti aturan FIFA yang jelas. Pemain naturalisasi harus bisa dibuktikan secara administrasi, minimal generasi kedua atau ketiga dengan orang tua atau kakek-nenek kelahiran Indonesia.
“Kalau ada akta lahir jelas, itu sah,” ujar Justin.
Meski begitu, Justin mengaku tidak terlalu ambil pusing dengan serangan pundit negeri jiran. Dia justru menilai semua ini lebih mirip upaya mencari panggung.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
