
Jersey baru Timnas Indonesia produksi Kelme menuai kritik tajam, terutama soal harga yang dinilai terlalu mahal. (Instagram @coachjustinl)
JawaPos.com — Peluncuran jersey baru Timnas Indonesia langsung memantik perdebatan panas di kalangan pecinta sepak bola nasional. Bukan sekadar desain, harga seragam anyar produksi Kelme justru jadi sorotan utama.
Seragam terbaru skuad Garuda ini hadir dengan tampilan berbeda dari edisi sebelumnya. Namun, respons publik ternyata terbelah sejak pertama kali diperkenalkan ke publik.
Pengamat sepak bola yang dikenal vokal, Coach Justin, menjadi salah satu yang paling keras mengkritik. Ia mengaku sempat mencoba melihat peluncuran tersebut secara objektif sebelum akhirnya melontarkan kritik tajam.
“Impression pertama dari IG, sekali lagi dari IG, is not bad. It’s not bad,” ujar Coach Justin. Pernyataan itu menunjukkan secara visual, jersey tersebut masih bisa diterima.
Namun, pandangannya berubah setelah membaca komentar netizen yang membandingkan desain jersey dengan cabang olahraga lain. Ia bahkan melakukan pencarian sendiri untuk memastikan penilaian tersebut.
“Gue googling dong. Gue googling. I have to say netizen benar. Ini lebih mirip ke jersey badminton,” ujarnya. Komentar itu langsung memperkuat perdebatan soal estetika desain jersey terbaru Timnas Indonesia.
Meski begitu, Coach Justin menegaskan soal desain masih sangat subjektif. Selera tiap orang berbeda, sehingga pro dan kontra menjadi hal yang wajar dalam peluncuran produk baru.
Fokus kritiknya justru mengarah ke harga jersey yang dinilai terlalu tinggi. Ia menilai banderol Rp 1,5 juta untuk versi player issue sangat sulit diterima oleh mayoritas masyarakat Indonesia.
“Tapi harganya untuk gua enggak make sense. 1,5 juta itu tidak masuk akal,” tegasnya. Pernyataan tersebut menjadi titik utama kritik yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Coach Justin kemudian membandingkan harga tersebut dengan jersey dari brand global ternama seperti Adidas.
Ia menyebut jersey tim nasional kelas dunia memang memiliki harga lebih tinggi, namun tetap kontekstual dengan daya beli masyarakatnya.
“Gua buka adidas.co.id, gua cek jerseynya Jerman sama Argentina yang player issue, 2 juta,” katanya. Perbandingan ini menjadi dasar argumennya dalam menilai harga jersey Timnas Indonesia.
Menurutnya, harga Rp 2 juta di Eropa atau Amerika masih tergolong wajar. Hal itu karena rata-rata pendapatan masyarakat di sana jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia.
