Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 September 2025 | 21.02 WIB

Panser Biru Gelar Aksi Damai 'Save Our PSIS' di Stadion Jatidiri, Tuntut Manajemen Lebih Profesional

Pertemuan DPP Panser Biru, Pemkot Semarang, dan manajemen PSIS. (Instagram @kepareng_wareng)

 

JawaPos.com - Suasana Stadion Jatidiri, Sabtu (27/9/2025) sore diprediksi akan dipenuhi ribuan suporter PSIS Semarang yang tergabung dalam Panser Biru. Mereka dijadwalkan menggelar aksi damai bertajuk Save Our PSIS mulai pukul 15.30 WIB.

Aksi ini awalnya direncanakan berlangsung di dua titik. Pertama, di Stadion Jatidiri pukul 15.30 WIB sampai sehabis pertandingan, lalu dilanjutkan aksi di Balai Kota Semarang pada pukul 18.30 WIB.

Namun, sesuai keterangan resmi Ketua Umum Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng, aksi di Balai Kota resmi dibatalkan.

Pengumuman batalnya aksi di Balai Kota diumumkan lewat unggahan di akun Instagram pribadinya @kepareng_wareng. Ia menyampaikan, “Buat teman-teman, besok aksi di Balai Kota dibatalkan. Fokus di Jatidiri menuntut manajemen dan selanjutnya pemegang saham. Pemkot mau menjembatani, tapi karena PSIS berbentuk PT, semua keputusan ada di manajemen dan pemilik saham.”

Keputusan pembatalan ini diputuskan setelah ada pertemuan yang digelar pada Kamis (25/9/2025) malam.

Dalam pertemuan tersebut hadir jajaran pengurus DPP Panser Biru, perwakilan Pemerintah Kota Semarang, serta manajemen PSIS Semarang.

Dari pihak Panser Biru, hadir langsung Ketua Umum Kepareng, Wakil Ketua Galih Eko Putranto, Sekretaris Umum Barep Anuraga, Komandan Korlap Sony Hidayat, Divisi Tour Hamdie, Divisi Antar Korwil Alfian Congek, Humas Pak Woto, dan Divisi PPA Ulin Andhany.

Pemkot Semarang diwakili oleh Pj Sekda Kota Semarang, Budi Prakosa ST. MT. Sementara itu, manajemen PSIS dihadiri Direktur Utama PT Mahesa Jenar Agung Buwono serta panpel PSIS, Pujiyanto. CEO PSIS, Yoyok Sukawi tidak tampak hadir dalam forum penting tersebut.

Desakan Perubahan Manajemen

Gelombang kritik dari Panser Biru terhadap manajemen PSIS bukan hal baru. Sejak awal musim 2024/2025, ketika tim masih berlaga di Liga 1, hubungan keduanya sudah memanas. Suporter menilai manajemen kurang profesional dalam mengelola tim kebanggaan warga Semarang itu.

Kekecewaan kian menumpuk setelah PSIS terdegradasi ke kasta kedua Liga Indonesia. Ditambah, di awal kompetisi Championship 2025/2026, tim mendapatkan hasil buruk. Dalam dua laga awal, Laskar Mahesa Jenar sudah dua kali menelan kekalahan, pertama dibantai Persiku Kudus 0-4 di kandang sendiri, lalu kalah 0-2 saat bertandang ke Papua.

Jika kondisi ini tidak segera dibenahi, ancaman degradasi ke Liga 3 bisa menjadi kenyataan. Situasi inilah yang mendorong Panser Biru semakin lantang menyuarakan perbaikan dan perubahan di jajaran manajemen PSIS Semarang.

DPP Panser Biru beberapa kali mengirimkan surat secara resmi. Sayangnya, tidak ada balasan. Karena tuntutan tidak dianggap, Panser Biru sejak awal musim 2024/2025 memutuskan memboikot laga kandang PSIS Semarang sampai saat ini.

Pemkot Hanya Bisa Menjembatani

Dalam forum Kamis malam, Pemkot Semarang menegaskan siap menjadi mediator. Namun, karena PSIS berbadan hukum PT, keputusan penuh berada di tangan manajemen dan pemegang saham. Hal ini disampaikan langsung oleh perwakilan pemkot.

Meski begitu, Panser Biru menilai kehadiran Pemkot tetap penting sebagai jembatan komunikasi. Dikutip dari video yang diunggah komandan korlap Panser Biru, Sony Hidayat pada Rabu (17/9/2025) setelah bertemu dengan Pj Sekda Kota Semarang, melalui akun Instagramnya @sony.tambunhd, ia mengatakan, "Suporter Semarang adalah sebagian warga dari Kota Semarang, Bu Agustin mohon diperhatikan teman-teman suporter ini."

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore