Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 September 2025 | 16.11 WIB

Terbongkar! Gaya Main Persebaya Surabaya Mirip Persib Bandung, Andalkan Umpan Lambung Demi Cetak Gol

Persib Bandung saat merayakan golnya ke gawang Arema FC di pekan ke-6 Super League 2025/2026. (Media Persib)

JawaPos.com — Gaya permainan Persebaya Surabaya dan Persib Bandung ternyata memiliki kesamaan yang cukup mencolok hingga pekan ke-6 Super League 2025/2026. Keduanya sama-sama jarang menguasai bola, minim dalam umpan pendek, dan justru lebih sering mengandalkan umpan lambung ke kotak penalti lawan untuk mencetak gol.

Persebaya Surabaya sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo. Sementara itu Persib Bandung juga pulang dengan tiga poin usai menumbangkan Arema FC 2-1 di Stadion Kanjuruhan.

Di balik kemenangan tersebut, data dari I.League yang diolah JawaPos.com mengungkap fakta menarik soal pola permainan kedua tim.

Persebaya dan Persib sama-sama tidak mengutamakan dominasi bola, tetapi lebih memilih serangan langsung melalui bola-bola atas.

Strategi ini terlihat dari statistik jumlah umpan yang mereka hasilkan hingga pekan ke-6. Persebaya Surabaya hanya mencatatkan 1.043 umpan, sementara Persib bahkan lebih rendah dengan 986 umpan saja.

Catatan tersebut menempatkan keduanya di posisi terbawah daftar jumlah umpan terbanyak. Persebaya Surabaya berada di peringkat 15 dan Persib di peringkat 16 dari 18 tim Super League musim ini.

Tak hanya itu, data penguasaan bola juga menunjukkan hal yang serupa. Persib tercatat hanya menguasai bola sebanyak 159 kali, sementara Persebaya Surabaya lebih rendah lagi dengan 136 kali.

Perbedaan gaya ini jelas membedakan mereka dengan tim-tim besar lain yang cenderung mengandalkan penguasaan bola.

Baik Persib maupun Persebaya Surabaya justru lebih memilih bermain efektif dengan menekan lawan lewat serangan langsung atau skema counter attack.

Dalam beberapa laga terakhir, umpan lambung vertikal dari lini belakang menjadi senjata utama.

Bola diarahkan langsung ke jantung pertahanan lawan atau dilepaskan melebar ke sisi sayap untuk kemudian diumpankan kembali ke dalam kotak penalti.

Pola tersebut membuat permainan keduanya terlihat lebih sederhana, tetapi cukup efektif. Tanpa harus terlalu lama menguasai bola, peluang berbahaya bisa tercipta hanya dalam beberapa sentuhan saja.

Persebaya Surabaya di bawah arahan Eduardo Perez benar-benar menunjukkan pola itu ketika menaklukkan Semen Padang. Gol semata wayang tercipta dari skema cepat yang memanfaatkan celah lewat bola atas.

Bahkan rata-rata umpan long ball Persebaya Surabaya mencapai 25,8 per pertandingan dengan akurasi sekitar 52,4 persen. 

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore