Persib Bandung saat merayakan golnya ke gawang Arema FC di pekan ke-6 Super League 2025/2026. (Media Persib)
JawaPos.com — Gaya permainan Persebaya Surabaya dan Persib Bandung ternyata memiliki kesamaan yang cukup mencolok hingga pekan ke-6 Super League 2025/2026. Keduanya sama-sama jarang menguasai bola, minim dalam umpan pendek, dan justru lebih sering mengandalkan umpan lambung ke kotak penalti lawan untuk mencetak gol.
Persebaya Surabaya sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo. Sementara itu Persib Bandung juga pulang dengan tiga poin usai menumbangkan Arema FC 2-1 di Stadion Kanjuruhan.
Di balik kemenangan tersebut, data dari I.League yang diolah JawaPos.com mengungkap fakta menarik soal pola permainan kedua tim.
Persebaya dan Persib sama-sama tidak mengutamakan dominasi bola, tetapi lebih memilih serangan langsung melalui bola-bola atas.
Strategi ini terlihat dari statistik jumlah umpan yang mereka hasilkan hingga pekan ke-6. Persebaya Surabaya hanya mencatatkan 1.043 umpan, sementara Persib bahkan lebih rendah dengan 986 umpan saja.
Catatan tersebut menempatkan keduanya di posisi terbawah daftar jumlah umpan terbanyak. Persebaya Surabaya berada di peringkat 15 dan Persib di peringkat 16 dari 18 tim Super League musim ini.
Tak hanya itu, data penguasaan bola juga menunjukkan hal yang serupa. Persib tercatat hanya menguasai bola sebanyak 159 kali, sementara Persebaya Surabaya lebih rendah lagi dengan 136 kali.
Perbedaan gaya ini jelas membedakan mereka dengan tim-tim besar lain yang cenderung mengandalkan penguasaan bola.
Baik Persib maupun Persebaya Surabaya justru lebih memilih bermain efektif dengan menekan lawan lewat serangan langsung atau skema counter attack.
Dalam beberapa laga terakhir, umpan lambung vertikal dari lini belakang menjadi senjata utama.
Bola diarahkan langsung ke jantung pertahanan lawan atau dilepaskan melebar ke sisi sayap untuk kemudian diumpankan kembali ke dalam kotak penalti.
Pola tersebut membuat permainan keduanya terlihat lebih sederhana, tetapi cukup efektif. Tanpa harus terlalu lama menguasai bola, peluang berbahaya bisa tercipta hanya dalam beberapa sentuhan saja.
Persebaya Surabaya di bawah arahan Eduardo Perez benar-benar menunjukkan pola itu ketika menaklukkan Semen Padang. Gol semata wayang tercipta dari skema cepat yang memanfaatkan celah lewat bola atas.
Bahkan rata-rata umpan long ball Persebaya Surabaya mencapai 25,8 per pertandingan dengan akurasi sekitar 52,4 persen.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
