Shin Sang-gyu jadi salah satu tokoh penting tangguhnya fisik skuad Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya mulai menuai hasil positif dari era baru latihan fisik keras ala Shin Sang-gyu. Memasuki pekan ke-6 Super League 2025/2026, Green Force tampil lebih konsisten tanpa kebobolan di menit-menit akhir pertandingan.
Catatan statistik musim lalu menunjukkan kelemahan Persebaya Surabaya dalam menjaga konsentrasi di detik krusial. Namun musim ini situasi berbalik, fisik para pemain terlihat konstan dari menit awal hingga peluit panjang.
Musim lalu di bawah Paul Munster, Persebaya Surabaya kebobolan total 38 gol dengan distribusi paling banyak di babak pertama dan kedua.
Dari menit 1-45 kebobolan 19 gol, menit 46-90 kebobolan 14 gol, serta tambahan empat gol di injury time babak kedua.
Kini bersama Eduardo Perez dengan gemblengan Shin Sang-gyu, angka itu turun drastis. Hingga pekan ke-6 dengan satu laga tunda, Persebaya Surabaya hanya kebobolan empat kali sepanjang kompetisi.
Data lebih detail memperlihatkan ketahanan fisik yang lebih solid. Tidak ada kebobolan sama sekali di menit 1-45, hanya satu di injury time babak pertama, dua di paruh kedua, dan satu gol tambahan di injury time babak kedua.
Transformasi ini tidak lepas dari tangan dingin Shin Sang-gyu yang dikenal dengan latihan fisik kerasnya. Eks pelatih fisik Timnas Indonesia era Shin Tae-yong itu memperkenalkan metode circuit training berintensitas tinggi.
Latihan ini membuat tubuh pemain digembleng habis-habisan melalui rangkaian gerakan eksplosif. Metode tersebut terbukti efektif meningkatkan stamina, kekuatan, dan daya tahan dalam tempo pertandingan 90 menit.
Dalam sesi latihan yang dipantau dari kanal YouTube resmi Persebaya Surabaya, sejumlah pemain terlihat kepayahan. Nama-nama seperti Risto Mitrevski, Bruno Moreira, hingga Rizky Dwi Pangestu tampak terengah-engah menjalani instruksi.
Momen itu pun ramai dibicarakan netizen melalui akun fanbase. Salah satunya menyoroti ekspresi Bruno Moreira yang sampai geleng-geleng kepala karena begitu beratnya porsi latihan.
Komentar Bonek pun beragam, sebagian menyamakan latihan itu dengan wajib militer ala Korea Selatan. Mereka menilai, jika fisik sudah terbentuk, strategi pelatih kepala akan jauh lebih mudah diterapkan.
Reaksi berbeda justru datang dari wajah-wajah lama di Timnas Indonesia. Rachmat Irianto, Ernando Ari, dan Malik Risaldi tampak lebih terbiasa karena sudah pernah merasakan metode serupa di level internasional.
“Beda memang, biasanya fisik ecek-ecek, kali ini wajib militer Korea,” tulis salah satu komentar netizen yang viral. Atmosfer latihan keras itu semakin menambah optimisme suporter terhadap kans juara musim ini.
Shin Sang-gyu sendiri menegaskan pengukuran fisik harus dilakukan detail. Menurutnya, setiap pemain profesional wajib mengetahui kondisi tubuh hingga ke level massa otot, kadar lemak, hingga cairan tubuh.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
