
Laga seru antara Kendal Tornado FC melawan Persela Lamongan, Minggu (21/9). (Dok. Instagram)
JawaPos.com - Pertandingan pekan kedua Pegadaian Championship 2024/2025 antara Kendal Tornado FC menghadapi Persela Lamongan di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Minggu (21/9/2025), menyisakan kontroversi.
Gol sundulan penyerang asal Brasil, Patrick Cruz, pada menit ke-41 dianulir oleh wasit Louis Ridho Muhammad tanpa penjelasan yang jelas.
Gol itu terjadi setelah Patrick Cruz berhasil menyambut umpan sepak pojok dengan tandukan terarah ke gawang Persela. Bola sempat membuat Tornado Mania bersorak gembira, namun hanya beberapa detik kemudian wasit membatalkan gol tersebut. Anehnya, tidak ada indikasi pelanggaran maupun penggunaan VAR apa yang terjadi sebelum wasit memastikan keputusan.
Keputusan ini langsung memicu tanda tanya besar. Banyak suporter yang terdiam sekaligus kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Tak sedikit yang kemudian melampiaskan kekecewaan lewat media sosial.
Akun Instagram sepak bola @infoligaindonesia_ bahkan mengunggah ulang video gol Patrick yang menunjukkan tidak adanya pelanggaran.
Unggahan tersebut dibanjiri komentar warganet yang mempertanyakan kualitas wasit di kompetisi kasta kedua Liga Indonesia.
“Keputusan ini memicu tanda tanya besar. Banyak Tornado Mania yang tidak habis pikir bagaimana gol sah bisa dianulir begitu saja,” tulis akun tersebut dalam keterangannya.
Tak hanya suporter, akun resmi Training Center Kendal Tornado FC juga ikut menyinggung keputusan wasit. Dalam salah satu unggahannya, mereka menulis “You are my hero @kendaltornado_fc masalah protes dan memprotes ayo bes @anto_van_java kita seharusnya poin 3 sore ini.”
Unggahan itu memperlihatkan kekecewaan klub yang merasa dirugikan oleh keputusan kontroversial tersebut. Pasalnya, jika gol Patrick disahkan, jalannya pertandingan bisa saja berbeda dan Kendal Tornado FC berpeluang besar meraih poin penuh di kandang.
Kontroversi ini juga menyoroti janji PSSI mengenai penggunaan teknologi VAR di Pengadaian Championship.
Sejak awal musim, federasi menyebut bahwa kompetisi kasta kedua sudah dilengkapi VAR untuk membantu kinerja perangkat pertandingan. Namun, insiden di Semarang justru memperlihatkan sebaliknya.
“Jika VAR benar-benar sudah digunakan, keputusan seperti ini seharusnya tidak terjadi. Kompetisi akan sehat kalau wasit memimpin secara adil dan tidak membuat kesalahan fatal,” ucap Kirman salah satu Suporter Kendal Tornado FC Yang hadir di Stadion.
Keputusan wasit yang merugikan salah satu tim tentu berpotensi merusak kredibilitas liga. Apalagi, di era media sosial kekadian seperti ini kejadian seperti ini akan cepat tersebar di media sosial, setiap kesalahan akan langsung mendapat sorotan publik.
PSSI diharapkan tidak menutup mata atas peristiwa ini. Evaluasi menyeluruh terhadap perangkat pertandingan harus segera dilakukan agar kualitas kompetisi tidak kembali dipertanyakan. Kejelasan mengenai penerapan VAR di Pengadaian Championship pun menjadi hal yang ditunggu-tunggu publik.
Bagi Kendal Tornado FC, hasil imbang tanpa gol melawan Persela Lamongan terasa pahit karena dibayang-bayangi keputusan kontroversial.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
