Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 September 2025 | 18.49 WIB

Bonek Klaim Persebaya Dikerjai Perangkat Pertandingan, Menanti Respons PSSI dan I.League

Aksi pemain Persebaya Surabaya berjuang hadapi tuan rumah Persib Bandung di pekan ke-5 Super League 2025/2026. (Media Persebaya) - Image

Aksi pemain Persebaya Surabaya berjuang hadapi tuan rumah Persib Bandung di pekan ke-5 Super League 2025/2026. (Media Persebaya)

JawaPos.com – Persebaya Surabaya harus pulang tanpa poin dari Bandung. Green Force tumbang 0-1 saat main di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jumat (12/9) sore WIB.

Persebaya akhirnya menyerah berkat gol tunggal Uilliam Barros Pereira pada menit ke-53. Kekalahan itu begitu menyakitkan bagi simpatisan Persebaya, terutama Bonek maupun Bonita. Mereka sampai mengeluh kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, lewat media sosial.

Kritik yang disampaikan mereka tak lepas dari kinerja wasit Candra yang dianggap masih kurang fair dalam memimpin pertandingan klasik tersebut. Puncak kekesalan Bonek ketika Candra memberikan kartu merah kepada gelandang Francisco Rivera di pengujung laga.

Bonek sejatinya tak terlalu menggubris itu (pemberian kartu merah kepada Rivera). Mereka hanya menyesali perangkat pertandingan tak menggubris beberapa insiden, seperti kaki Rivera yang diinjak pemain lawan, kemudian Dejan Tumbas yang disikut Berginho.

Insiden ini tak mendapat perhatian serius, termasuk lewat pengecekan VAR. Fakta ini yang membuat Bonek geram atas kinerja wasit, bahkan tak sedikit yang menyebut ‘praktik mafia wasit’ masih menghantui sepak bola Indonesia.

I.League selaku operator Super League maupun PSSI belum memberikan pernyataan terkait keluhan ini, tapi keluhan Bonek terus menggema usai pertandingan tersebut.

“Untuk yang kaki rivera di injek, bakalan dapet informasi yang lebih lanjut kaya gimana cak,” ungkap @dwi***

“Aku gk kaget delok wasit ndas batok e klopo iki mesti gawe emosi tok moto e loh nang ndi opo rabun moto wong iku cok,” lanjut @mas***

“Dadi suporter Persebaya sabare turah² min masio pisah pisuh tok la piye Awit ndisek musuhe gor wasit AE,” timpal @t.s***

“Pt libnya ganti,” keluh @mul***

“Sulit Rasanya Untuk Menuju Juara Ada Saja Yang Sengaja Untuk Menjegal PERSEBAYA Untuk Meraih Kajayaan,” keluh @zhe***

“Persebaya selalu dirugikan ambek wasit iku,” kata @jag***

“@cachisrivera Keep your head up... stay strong and enthusiastic…Bonek Bonita is always there to support you behind Rivera…make this a valuable lesson... we are waiting for your bait figure…WANI,” tegas @_st***

“Inilh madia wasit sesungguhnya wahai yth bapak @erickthohir @arya.m.sinulingga @ratu.tisha @pssi tolong buka mata anda lebar-lebar dimana fair play off the game persib vs persebaya banyak keputusan yg merugikan persebaya dari injakan kaki terhadap rivera sehingga awal terjadinya gol dan sikutan berginho terhadap Dejan tumbas yg tidak ada pengecekan VAR sama sekali jadi disinilah mencolok sekali mafia bola mafia wasit masih ada dan berkuasa di liga indonesia.Sebesar apapun gaji yg kalian berikan pada wasit tidak akan merubah sikap para mafia wasit terseut. Jadi harus ad tindakan tegas dari bapak erik thohir pada oknum-oknum wasit tengah wasit var cabut lisensinya pecat hukum seberat-beratnya biar ada efek jera,” tutup @nip***

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore