Skuad Persebaya akan menjalani dua laga tandang dan satu laga kandang selama September ini. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya akan memainkan tiga pertandingan selama September ini. Uniknya, tim berjuluk Green Force itu selalu bermain pada Jumat, sehingga diharapkan bisa mendapat berkah tersendiri bagi performa dan hasil yang diraih.
Dimulai dari sore nanti, saat bertandang ke tim juara bertahan Persib Bandung. Laga klasik ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Big match ini akan menjadi ujian tersendiri bagi Persebaya karena track record mereka seringkali buruk.
Mengutip dari I-League, dalam 12 pertemuan yang sudah dimainkan sejak era Liga 1 pada 2017, Persib memenangi enam pertandingan. Sedangkan Persebaya meraih empat kemenangan dan dua laga berakhir imbang.
Meski inferior di mata Persib Bandung, namun pelatih Persebaya Eduardo Perez menyatakan sudah punya filosofi bermain yang pas untuk bisa mencuri poin di wilayah ibu kota Jawa Barat itu.
"Kami selalu bekerja dengan filosofi kami, model permainan kami. Tetapi, tentu saja, Anda juga perlu mencoba melihat berbagai poin dari lawan. Tetapi, ide kami selalu sama," ungkap coach Edu.
Setelah bertandang ke markas Maung Bandung, Green Force akan bermain kandang untuk menjamu Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada Jumat, 19 September mendatang.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi skuad Green Force untuk memetik poin penuh karena bermain di hadapan para Bonek dan Bonita. Apalagi, Persebaya baru meraih satu kemenangan di kandang sendiri musim ini.
Di sisi lain, Semen Padang dalam kondisi yang kurang bagus karena baru saja kalah 1-2 dari PSBS Biak, Kamis (11/9) di Stadion Haji Agus Salim yang merupakan kandang mereka sendiri.
September ditutup Persebaya dengan menjalani laga tandang, di mana mereka akan menghadapi tuan rumah Dewa United di Banten International Stadium, Jumat (25/9).
Dewa United memang sedang limbung di awal musim ini. Status runner-up musim lalu seakan memudar karena sejumlah hasil buruk yang diraih di beberapa laga awal.
Kondisi inilah yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Bruno Moreira dkk. Apalagi, rekor tandang Persebaya saat menghadapi Dewa United tidak buruk-buruk amat, yaitu menang sekali, seri sekali, dan kalah sekali.
Dengan menjalani dua laga tandang dan satu laga kandang, potensi sapu bersih kemenangan memang sulit. Namun, dengan mentalitas yang kuat dan game plan yang tepat, Persebaya setidaknya bisa mencuri poin saat bertanding ke markas tim lawan.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
