Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 16.22 WIB

Panser Biru Layangkan Surat Tuntutan ke Manajemen PSIS Semarang, Tegaskan Sikap Soal Tribun Selatan

Ilustrasi Panser Biru pendukung PSIS Semarang. (Istimewa) - Image

Ilustrasi Panser Biru pendukung PSIS Semarang. (Istimewa)

JawaPos.com-Suporter setia PSIS Semarang Panser Biru kembali menyuarakan sikap tegas mereka terhadap manajemen klub. DPP Panser Biru yang diwakili Barep Anuraga menyerahkan langsung surat tuntutan kepada perwakilan manajemen PSIS Anton Nikiyulun, pada Kamis (11/9).

Surat itu berisi empat poin utama yang dianggap penting demi menjaga hubungan baik antara klub dan suporter, khususnya jelang bergulirnya Pegadaian Championship musim 2025/2026.

Empat Tuntutan Panser Biru

Dalam surat tersebut, Panser Biru menekankan beberapa hal yang mereka anggap perlu segera ditindaklanjuti oleh manajemen PSIS Semarang.

1. Rapat koordinasi dengan suporter
Panser Biru mendesak agar manajemen segera menggelar rapat koordinasi dengan perwakilan DPP Panser Biru. Rapat itu dianggap penting untuk membahas jalannya kompetisi, terutama soal keterlibatan suporter di stadion.

2. Ancaman boikot tribun selatan
Jika rapat koordinasi tidak segera terlaksana, Panser Biru menyatakan siap memboikot dengan cara mengosongkan tribun selatan dan tidak menjual tiket di area tersebut untuk pertandingan kandang PSIS.

3. Tribun selatan sebagai rumah Panser Biru
Mereka meminta manajemen tidak menjual tiket tribun selatan kepada penonton umum, karena area tersebut dianggap sebagai "rumah" Panser Biru. Mereka juga menuntut adanya kesepakatan resmi soal pengelolaan tiket bersama manajemen.

4. Aksi lanjutan jika tuntutan diabaikan
Panser Biru menegaskan, jika tuntutan poin ketiga diabaikan dan belum ada respon resmi dari manajemen, maka aksi akan berlanjut dengan langkah-langkah lain yang lebih tegas.

Surat tuntutan ini juga diunggah melalui akun Instagram resmi Panser Biru @panserbiru2001, lengkap dengan foto pernyataan sikap. 

Dalam unggahan tersebut, Panser Biru menulis caption yang menegaskan bahwa langkah ini dilakukan atas dasar rasa cinta terhadap PSIS Semarang serta rasa tanggung jawab kepada para anggotanya yang selalu memberikan dukungan kepada Laskar Mahesa Jenar.

Ketua Umum Panser Biru Kepareng Wareng juga turut menanggapi isu ini lewat akun Instagram pribadi @kepareng_wareng. Dalam unggahannya, Wareng menegaskan bahwa aksi boikot bukanlah keputusan tanpa alasan.

Seng rak kuat arep nonton yo nontono, suporter boikot yo ono alesane. Ora gur masalah pribadiku, aku ki gur opo jare robot koin ro calo tiket,” tulis dia dalam bahasa Jawa.

Dia menambahkan bahwa setiap orang punya motivasi berbeda saat datang ke stadion. Ada yang datang untuk mendukung klub, ada yang sekadar ingin menyaksikan aksi suporter, sementara sebagian lain ingin melihat pemain bintang atau kemenangan tim.

Dadi yen pengen ditonton penonton, minimal pemain apik menangan terus. Ojo nyalahke Wareng maleh njeh, sikap,” lanjut dia.

Tuntutan Panser Biru ini mencerminkan dinamika hubungan antara klub dan suporter yang tak jarang mengalami sebuah gesekan. Sebagai kelompok suporter pendukung PSIS Semarang dengan masa anggota paling besar, Panser Biru memegang peranan penting dalam menciptakan atmosfer di stadion.

Tribun selatan Stadion Jatidiri sudah lama dikenal sebagai rumah Panser Biru. Tak heran jika mereka menaruh perhatian besar terhadap pengelolaan tiket di sektor tersebut.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore