
UJIAN DI LUAR KANDANG: Andik Vermansah menjadi salah satu andalan tim nasional Indonesia saat beruji coba melawan Myanmar.
JawaPos.com — Seperti diketahui, Persebaya Surabaya kerap melahirkan pemain yang pernah atau sedang menghiasi line up Timnas Indonesia. Mulai dari Andik Vermansah, Rachmat Irianto, Ernando Ari, Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, hingga yang terbaru Toni Firmansyah dan Mikael Tata.
Tradisi ini menjadikan Green Force sebagai salah satu klub paling produktif dalam mencetak pemain nasional. Hampir setiap generasi selalu ada nama yang dipercaya memperkuat Garuda di level internasional.
Kekuatan pembinaan yang konsisten membuat Persebaya Surabaya tak pernah kehilangan bakat baru. Talenta muda silih berganti muncul, mengisi kebutuhan tim nasional dari berbagai kelompok usia.
Hal itu turut mendapat perhatian Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, saat berkunjung ke Surabaya.
Pria asal Belanda itu datang langsung ke kompleks latihan Persebaya Surabaya, sehari sebelum klub bersiap menghadapi pekan ke-5 Super League 2025/26.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh jajaran pelatih Persebaya Surabaya yang dipimpin Eduardo Perez. Turut hadir pula Kepala Persebaya Future Lab, Ganesha Putera, yang selama ini mengurusi pembinaan usia muda.
Eduardo Perez menegaskan Persebaya Surabaya selalu terbuka untuk bekerja sama dengan PSSI. Menurutnya, klub berperan sebagai mitra yang siap mendukung pengembangan sepak bola Indonesia secara menyeluruh.
“Kami sangat menghargai kunjungan dari seorang profesional seperti dia yang tertarik dengan segala hal di klub, budaya, dan lainnya,” kata pelatih asal Spanyol tersebut dikutip dari I.League, Kamis (11/9/2025).
“Ini bukan hanya sekadar kolaborasi antara pelatih Spanyol dan Belanda. Tapi berkolaborasi untuk mengembangkan sepak bola di Indonesia.”
Perez juga mengapresiasi sikap Alex yang ingin melihat lebih dalam budaya dan sistem di Persebaya Surabaya.
Menurutnya, kolaborasi ini bukan hanya antara pelatih Spanyol dan Belanda, tetapi demi masa depan sepak bola nasional.
Kekaguman serupa disampaikan oleh Alex usai berdiskusi dengan pihak klub. Ia menyebut Persebaya Surabaya sebagai tim dengan karakter spesial dan identitas yang jelas di sepak bola Indonesia.
Hal yang membuatnya lebih terkesan adalah kompetisi internal Persebaya Surabaya yang melibatkan 20 klub. Kompetisi ini digelar rutin setiap tahun sebagai wadah pembinaan pemain sejak usia dini.
“Saya pikir (Persebaya) adalah klub dengan karakter spesial,” ujar pria yang pernah menjabat Direktur Teknik Yordania itu.
“Saya pikir klub ini memiliki identitas yang jelas dan kerja sama dengan 20 klub (internal) yang membuat mereka sangat unik dan berbeda.”

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
