
Ultras 1923 desak manajemen Persis Solo selesaikan tunggakan gaji pemain. (Ultras 1923).
JawaPos.com-Persis Solo menghadapi sorotan publik setelah kabar mengenai keterlambatan pembayaran gaji pemain menyeruak.
Kondisi ini menimbulkan reaksi beragam, termasuk dari kelompok suporter fanatik mereka, Ultras 1923. Secara terbuka, mereka menyampaikan sikap melalui akun Instagram resmi @ultras.1923.
Dalam unggahan tersebut, Ultras 1923 menegaskan bahwa mereka hadir sebagai komunitas loyalis yang bergerak atas dasar sosial dan kesadaran kolektif. Mereka merespons rilis resmi manajemen terkait kondisi internal tim yang saat ini sedang tidak stabil.
“Kami berharap manajemen Persis Solo bisa segera bergerak reaktif untuk menyelesaikan situasi yang ada dengan bijak dan sesuai peraturan. Kami yakin manajemen sebagai organ resmi sadar akan hak dan kewajiban setiap individu di dalam tim,” tulis mereka dalam pernyataan tersebut.
Masalah keterlambatan gaji pemain jelas bukan persoalan ringan. Dalam sepak bola profesional, kejelasan finansial menjadi salah satu kunci keberlangsungan klub.
Bagi Persis Solo, yang sudah menjadi ikon sepak bola di Kota Bengawan, masalah ini bisa berdampak pada kepercayaan pemain, staf, hingga suporternya. Ultras 1923 menekankan bahwa tidak ada yang sempurna, termasuk tim kesayangan mereka.
Namun, dengan semangat kebersamaan, mereka yakin situasi ini bisa menjadi titik balik.
"Dengan berjalan beriringan, tim ini bisa tetap tumbuh aktif dan bahkan menjadi contoh positif bagi klub lain di Liga Indonesia," lanjut pernyataan itu.
Ultras 1923 dikenal sebagai kelompok suporter yang identik dengan atribut hitam serta posisi mereka di tribun selatan Stadion Manahan, Solo. Dukungan mereka selama ini bukan hanya sekadar di dalam stadion, tetapi juga dalam menjaga identitas klub dan mengawal jalannya manajemen.
“Kami Ultras 1923 mendesak manajemen segera menyelesaikan apa yang menjadi kewajiban dan pekerjaannya secara sadar dan bertanggung jawab. Persis Solo ale #BersamaSambernyawa,” tegas mereka.
Keterlambatan gaji tentu bisa memengaruhi kondisi psikologis para pemain. Dalam beberapa kasus di klub lain, masalah finansial bahkan berimbas pada performa di lapangan.
Namun, hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai dampak langsung pada persiapan Persis Solo di kompetisi. Beberapa pengamat sepak bola menilai, manajemen perlu bergerak cepat agar persoalan ini tidak meluas.
Transparansi dianggap menjadi kunci untuk meredam keresahan, baik di kalangan pemain maupun pendukung.
Fenomena tunggakan gaji sebenarnya bukan hal baru dalam dunia sepak bola Indonesia. Beberapa klub di liga domestik pernah menghadapi persoalan serupa.
Meski PSSI dan operator liga telah menegaskan pentingnya tata kelola yang profesional, kasus-kasus semacam ini tetap saja muncul.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
