Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 20.49 WIB

Banyak Tribune Kosong di Sidoarjo, Simon Tahamata Nilai Laga Timnas Indonesia Harusnya Digelar di Jakarta

Kepala Pemandu Bakat (Head of Scouting) PSSI Simon Tahamata mengikuti latihan Timnas U-23 Indonesia di Stadion Madya, Jakarta, Senin (23/6/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Head of Scouting atau Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata, mengkritisi keputusan PSSI dalam menetapkan venue pertandingan Garuda di berbagai kota di Indonesia. Dia menilai semestinya pertandingan Timnas Indonesia dimainkan di Jakarta.

PSSI sedang gencar menggelar pertandingan Timnas Indonesia di banyak kota. Saat ini ada dua ajang yang diadakan oleh federasi di luar Jakarta, yakni FIFA Matchday September 2025 di Surabaya dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Sidoarjo.

Keputusan itu dikritik oleh Simon Tahamata. Sebab, dirinya sudah menyaksikan pertandingan perdana Timnas Indonesia U-23 vs Laos U-23 dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Lewat siaran televisi, dia menemukan banyak tribune kosong di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Nah, menurut Simon, pertandingan Timnas Indonesia U-23 semestinya digelar di Jakarta. Tepatnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno agar penonton yang datang banyak dan penuh.

"(Lebih baik) kita bermain di sini di Jakarta, daripada di, di mana Timnas U-23 bermain? Sidoarjo, Jawa Timur ya. Di sini adalah rumah kita. Kita harus bermain di GBK. Itu adalah stadion yang bagus," kata Simon Tahamata, Kamis (4/9).

"Karena saya menyaksikan di televisi tidak banyak penonton yang hadir. Tidak terjual habis. Di sini selalu habis. Dan, bagaimana masyarakat Indonesia bereaksi terhadap pemain, itu sangat mengagumkan. Lihat, apa yang terjadi (merinding). Jadi jangan bermain di tempat lain," tambahnya.

Simon Tahamata lantas membandingkannya dengan Timnas Belanda, yang selalu hanya bermain di Amsterdam atau Feyenoord. Tak pernah pasukan Oranje tampil di stadion lain seperti di Eindhoven, meski kota itu punya klub besar bernama PSV.

"Di Belanda juga Timnas bermain hanya di dua stadion, apakah itu di Amsterdam atau Rotterdam. Tidak pernah bermain di Eindhoven. Mereka (PSV Eindhoven) memang punya klub yang besar, tapi jangan bermain di sana. Main di Ajax Amsterdam atau Feyenoord Rotterdam," katanya.

"Itu juga sama di sini. Saya katakan mereka harus membuat keputusan. Mainkan laga besar di sini dan laga persahabatan di luar seperti Medan, Bali, Maluku, tidak-tidak Maluku. Saya minta maaf. Itu bisa membantu tim. Ketika mereka bermain di sini, sangat, sangat bagus. Saya senang, sangat senang," imbuh Simon.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore