
Beberapa pemain Timnas Putri U-16 merasakan pedih di mata karena gas air mata. (tiktok Garuda Pertiwi????)
JawaPos.com-Timnas Indonesia putri U-16 berhadapan dengan Timnas Vietnam dalam perebutan tempat ketiga Piala AFF Putri U-16 2025. Turnamen ini dilakukan di Stadion Manahan Solo. Pertandingan sempat terganggu asap dari pembakaran aksi demo dan pedihnya gas air mata.
Pertandingan dilakukan di Stadion Manahan Solo. Pertandingan langsung berjalan sengit sejak peluit babak pertama dibunyikan.
Vietnam yang tampil menekan sejak menit awal berhasil unggul terlebih dulu berkat gol cepat pada menit kedua. Tendangan keras yang dilakukan oleh Thi Ngoc Anh sedikit berubah arah setelah terkena Nazwa, yang membuat kiper Alleana tidak dapat menangkap bola deflektif. Vietnam berhasil unggul 1-0.
Tertinggal satu gol membuat Tim Timo Scheunemann mencoba untuk menyamakan kedudukan. Garuda Pertiwi Muda baru bisa berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-15. Nasywa Salsabilla berhasil merebut kembali bola liar dan melepaskan tembakan keras yang tak bisa dibendung oleh kiper Vietnam.
Memasuki babak kedua, kedua tim berhasil menciptakan beberapa peluang. Namun hingga peluit akhir babak kedua berbunyi kedua tim tidak dapat mencetak gol hingga pertandingan harus dilanjutkan dengan tendangan penalti.
Dalam drama adu penalti, Indonesia dan Vietnam saling bergantian mencetak gol. Namun, ketika mencapai kesempatan ketujuh, dengan ketegangan yang semakin memuncak, algojo Indonesia gagal mengeksekusi tendangan, sedangkan Vietnam sukses menyelesaikannya, memastikan kemenangan 7-6 bagi Vietnam dan merebut tempat ketiga.
Laga perebutan tempat ketiga Piala AFF U-16 Putri yang berlangsung di Stadion Manahan Solo sempat terganggu demo solidaritas atas kematian Affan Kurniawan. Korban meninggal saat aksi demo di Jakarta. Sebetulnya demo tidak dilakukan di kawasan di Stadion Manahan, tapi di markas Brimob Batalion C Pelopor Surakarta.
Jalannya demo tidak kondusif, massa melakukan aksi bakar-bakar. Bersamaan atau mendekati kick off suasana demo semakin memanas dan anggota polisi dan Brimob melepaskan gas air mata.
Markas Brimob Batalion C Pelopor Surakarta hanya berjarak 1,6 km di barat Stadion. Bakar-bakar dan lemparan gas air mata merembet masuk ke area stadion.
Meski tidak secara langsung masuk ke lapangan namun cukup untuk membuat mata pedih. Rekaman akun TikTok photografer1923 memperlihatkan suasana sesak.
“Mata sampai pedesss...,” tulis akun TikTok photografer1923.
Sementara akun resmi Garuda Pertiwi menampilkan pemain yang mengusap mata akibat gas air mata.
“Ini mereka lagi berjuang malah kena gas air mata,” ungkap akun Garuda Pertiwi.
Meski kondisi sulit, para pemain tetap berusaha fokus melanjutkan pertandingan. Bahkan akun tiktok suarasurakarta menggambarkan tembakan gas air mata ditembakkan sampai ke shelter Manahan yang terletak di barat komplek Stadion Manahan.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
