Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15.32 WIB

Perebutan Tempat Ketiga Piala AFF Putri U-16 2025 Sempat Terganggu Gas Air Mata Demo Solidaritas Kematian Affan

Beberapa pemain Timnas Putri U-16 merasakan pedih di mata karena gas air mata. (tiktok Garuda Pertiwi????) - Image

Beberapa pemain Timnas Putri U-16 merasakan pedih di mata karena gas air mata. (tiktok Garuda Pertiwi????)

JawaPos.com-Timnas Indonesia putri U-16 berhadapan dengan Timnas Vietnam dalam perebutan tempat ketiga Piala AFF Putri U-16 2025. Turnamen ini dilakukan di Stadion Manahan Solo. Pertandingan sempat terganggu asap dari pembakaran aksi demo dan pedihnya gas air mata.

Pertandingan dilakukan di Stadion Manahan Solo. Pertandingan langsung berjalan sengit sejak peluit babak pertama dibunyikan.

Vietnam yang tampil menekan sejak menit awal berhasil unggul terlebih dulu berkat gol cepat pada menit kedua. Tendangan keras yang dilakukan oleh Thi Ngoc Anh sedikit berubah arah setelah terkena Nazwa, yang membuat kiper Alleana tidak dapat menangkap bola deflektif. Vietnam berhasil unggul 1-0.

Tertinggal satu gol membuat Tim Timo Scheunemann mencoba untuk menyamakan kedudukan. Garuda Pertiwi Muda baru bisa berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-15. Nasywa Salsabilla berhasil merebut kembali bola liar dan melepaskan tembakan keras yang tak bisa dibendung oleh kiper Vietnam.

Memasuki babak kedua, kedua tim berhasil menciptakan beberapa peluang. Namun hingga peluit akhir babak kedua berbunyi kedua tim tidak dapat mencetak gol hingga pertandingan harus dilanjutkan dengan tendangan penalti.

Dalam drama adu penalti, Indonesia dan Vietnam saling bergantian mencetak gol. Namun, ketika mencapai kesempatan ketujuh, dengan ketegangan yang semakin memuncak, algojo Indonesia gagal mengeksekusi tendangan, sedangkan Vietnam sukses menyelesaikannya, memastikan kemenangan 7-6 bagi Vietnam dan merebut tempat ketiga.

Gangguan dari Luar Lapangan Karena Demo Solidaritas Kematian Affan Kurniawan

Laga perebutan tempat ketiga Piala AFF U-16 Putri yang berlangsung di Stadion Manahan Solo sempat terganggu demo solidaritas atas kematian Affan Kurniawan. Korban meninggal saat aksi demo di Jakarta. Sebetulnya demo tidak dilakukan di kawasan di Stadion Manahan, tapi di markas Brimob Batalion C Pelopor Surakarta.

Jalannya demo tidak kondusif, massa melakukan aksi bakar-bakar. Bersamaan atau mendekati kick off suasana demo semakin memanas dan anggota polisi dan Brimob melepaskan gas air mata.

Markas Brimob Batalion C Pelopor Surakarta hanya berjarak 1,6 km di barat Stadion. Bakar-bakar dan lemparan gas air mata merembet masuk ke area stadion.

Meski tidak secara langsung masuk ke lapangan namun cukup untuk membuat mata pedih. Rekaman akun TikTok photografer1923 memperlihatkan suasana sesak.

“Mata sampai pedesss...,” tulis akun TikTok photografer1923.

Sementara akun resmi Garuda Pertiwi menampilkan pemain yang mengusap mata akibat gas air mata.

“Ini mereka lagi berjuang malah kena gas air mata,” ungkap akun Garuda Pertiwi.

Meski kondisi sulit, para pemain tetap berusaha fokus melanjutkan pertandingan. Bahkan akun tiktok suarasurakarta menggambarkan tembakan gas air mata ditembakkan sampai ke shelter Manahan yang terletak di barat komplek Stadion Manahan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore