
Thom Haye resmi perkuat Persib Bandung di Super League 2025/2026. (Instagram @thomhaye)
JawaPos.com—Persib Bandung membuat gebrakan besar di bursa transfer dengan mengumumkan dua rekrutan anyar berkelas internasional. Total belanja Maung Bandung mencapai Rp 26 miliar setelah resmi mendatangkan Thom Haye dan Federico Barba di bawah komando Bojan Hodak.
Pengumuman perekrutan dilakukan dengan cara unik yang jarang dilakukan klub sepak bola Tanah Air. Persib memilih menyiarkannya lewat program berita di TVRI Jawa Barat pada Rabu (27/8).
Dalam tayangan tersebut, publik disuguhi format siaran berita seolah-olah menjadi breaking news. Prabu, sosok macan ikonik Persib, muncul membacakan pengumuman dua pemain baru itu.
Nama pertama yang diperkenalkan kepada publik adalah Federico Barba. Bek tangguh asal Italia itu didatangkan dengan nilai pasar Rp 8,69 miliar.
Barba diyakini akan menjadi tembok kokoh di lini pertahanan Persib musim ini. Pengalamannya di level Eropa bakal menambah soliditas barisan belakang Maung Bandung.
Setelah memperkenalkan Barba, Persib kembali memberi kejutan dengan mengumumkan pemain kedua. Sosok itu adalah bintang Timnas Indonesia, Thom Haye, yang diboyong dengan harga Rp 17,38 miliar.
Thom Haye digadang-gadang sebagai motor permainan di lini tengah Persib. Julukan The Professor melekat padanya karena menjadi otak permainan Timnas Indonesia.
Prabu dalam tayangan berita itu menyebut Thom Haye sebagai maestro lapangan tengah. Kalimat The Professor, otak dari permainan Timnas Indonesia, Thom Haye, menegaskan peran pentingnya di skuad.
Perekrutan Haye menjadi sorotan besar karena statusnya sebagai pemain naturalisasi terbaru Timnas Indonesia. Sejak debut pada 2024, dia langsung mencuri perhatian publik sepak bola Tanah Air.
Kemampuan membaca permainan serta menemukan celah di pertahanan lawan membuatnya istimewa. Dia dikenal tenang dalam mengatur pola serangan dan piawai menjaga keseimbangan tim.
Dengan kehadiran Haye dan Barba, Persib tidak hanya mendatangkan pemain, tetapi juga mengangkat level tim ke standar lebih tinggi. Kehadiran keduanya diharapkan bisa menjadi pembeda dalam perebutan gelar Super League.
Haye menghabiskan sebagian besar karirnya di Belanda. Dia pernah memperkuat klub-klub ternama seperti AZ Alkmaar, Willem II, ADO Den Haag, NAC Breda, Heerenveen, dan Almere City.
Selain itu, Haye juga sempat merasakan atmosfer kompetitif Liga Italia. Dia pernah membela Lecce saat klub tersebut berlaga di Serie B atau kasta kedua sepak bola Italia.
Pengalaman panjangnya di Eropa menjadikan Haye sebagai gelandang dengan visi bermain luar biasa. Persib tentu berharap pengalamannya bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda lokal.
Sementara Barba juga bukan sosok sembarangan di dunia sepak bola. Sebagai bek yang kenyang pengalaman di Italia. Dia diyakini bisa menghadirkan ketenangan di lini pertahanan Persib.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
