Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 19.34 WIB

Ernando Ari Si Sarung Tangan Emas Persebaya Surabaya, Tujuh Penyelamatan dalam Dua Laga Bisa Bikin Bali United Gentar!

Ernando Ari siap kawal Persebaya Surabaya tempur hadapi jadwal padat di Super League 2025/2026. (Media Persebaya) - Image

Ernando Ari siap kawal Persebaya Surabaya tempur hadapi jadwal padat di Super League 2025/2026. (Media Persebaya)

JawaPos.com-Persebaya Surabaya merupakan satu-satunya tim penghuni empat besar musim lalu yang baru kebobolan satu gol dalam dua pekan bergulirnya Super League musim ini.

‎Sebagai informasi, tim penghuni empat besar pada Liga 1 musim lalu antara lain Persib Bandung, Dewa United, Malut United dan Persebaya Surabaya. Di antara empat tim tersebut, tiga di antaranya sudah kebobolan lebih dari satu gol, termasuk juara bertahan Persib Bandung.

‎Persib sejauh ini sudah kebobolan dua gol akibat dari kekalahan 2-1 dari Persijap pekan lalu. Kemudian Dewa United malah kemasukan lima gol karena kekalahan di dua pekan pertama. Sedangkan Malut United meski belum terkalahkan, mereka sudah kemasukan empat gol, hasil dari sekali menang dan sekali imbang.

‎Hal ini tentu cukup membanggakan bagi Persebaya, seakan membuktikan bahwa barisan belakang mereka musim ini lebih solid meski dalam dua pertandingan awal, tim berjuluk Green Force ini juga beberapa kali dibombardir lawan.

‎Salah satu nama yang punya peran krusial atas solidnya pertahanan Persebaya pada awal musim ini adalah kiper Ernando Ari, tentunya tanpa mengesampingkan peran para pemain bertahan lainnya.

‎Mengutip dari Sofascore, dalam dua pekan awal Super League musim ini, Nando tercatat telah melakukan tujuh penyelamatan. Empat save ia buat saat kalah dari PSIM, dan tiga save saat mengalahkan Persita, sehingga mampu membuat timnya hanya kebobolan satu dan selamat dari kekalahan kedua.

‎Coach Eduardo Perez pun mengakui bahwa kiprah kiper timnas Indonesia itu bersama para pemain bertahan lainnya cukup gemilang saat mengalahkan Persita meski harus menerapkan skema defensif.

‎"Pada akhirnya kami melakukan langkah bertahan terutama menjelang laga berakhir. Mereka keluar menyerang, termasuk melakukan variasi umpan-umpan lambung. Jadi kami harus beradaptasi sehingga kami meraih tiga poin," ungkap Eduardo Perez seperti dikutip dari akun YouTube resmi Persebaya.

‎Ketangguhan Nando di bawah mistar tentu akan kembali diandalkan oleh Coach Edu saat menjamu Bali United akhir pekan ini. Misinya tak hanya mencegah kebobolan, tetapi meraih kemenangan perdana di Stadion GBT musim ini.

‎Tentunya, misi kali ini tentu akan lebih sulit, karena secara rekor pertemuan dengan Bali United, catatan buruk menghinggapi Nando, dimana dalam tiga pertemuan, dia hanya menang sekali dan kalah dua kali, dengan kebobolan enam gol dan hanya clean sheet sekali.

‎Tetapi lain dulu lain sekarang. Nando kini tengah on fire, sehingga pencapaian dalam dua pertandingan awal Super League ini bisa saja bikin gentar Serdadu Tridatu. 

‎Apalagi, Bali United datang ke Surabaya dengan modal kurang baik, dimana pada pekan kedua, mereka ditahan imbang oleh Malut United 3-3. Kemenangan mereka yang sudah di depan mata malah sirna setelah bek Rizky Dwi mencetak gol bunuh diri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore