Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 23.58 WIB

Ikut Berduka, Imran Nahumarury Kenang Momen Tak Terlupakan Bareng IGK Manila saat Juara Liga Indonesia 2001 di Persija Jakarta

Mantan manajer Persija Jakarta, IGK Manila, meninggal dunia pada Senin (18/8). (Dok. Persija) - Image

Mantan manajer Persija Jakarta, IGK Manila, meninggal dunia pada Senin (18/8). (Dok. Persija)

JawaPos.com - Kesedihan mendalam dirasakan oleh legenda Persija Jakarta, Imran Nahumarury, usai mengetahui kabar berpulangnya I Gusti Kompyang (IGK) Manila. Ia mengenang momen terbaik bersama IGK Manila saat bersama-sama menjuarai Liga Indonesia 2001.

IGK Manila dikabarkan meninggal dunia pada usia ke-83 tahun. Tokoh asal Bali itu menghembuskan napas terakhirnya di RS Bunda Menteng pada Senin (18/8) pagi.

Kepergian IGK Manila meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak. Meski rekam jejaknya banyak di bidang politik dan pertahanan-keamanan, IGK Manila juga sempat terjun ke dunia sepak bola.

Persija Jakarta jadi tim yang pernah merasakan kerja sama dengan IGK Manila. Bahkan, prestasi terbaik pernah dihasilkan berupa menjadi juara Liga Indonesia 2001.

Saat itu, IGK Manila adalah manajer Persija Jakarta. Dia adalah sosok yang mengantarkan Macan Kemayoran berhasil mengangkat trofi meski di awal musim sempat diragukan.

Persija Jakarta yang dipimpin IGK Manila, memastikan gelar juara usai mengalahkan PSM Makassar dalam laga final dengan skor 3-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tiga gol Macan Kemayoran dicetak oleh Imran Nahumarury (3') dan Bambang Pamungkas (42', 47').

Imran Nahumarury yang jadi pahlawan Persija saat itu, mengaku ikut sedih atas kepergian IGK Manila. Di mata Imran, IGK Manila saat itu bukan hanya manajer tim biasa, tapi juga seperti orang tuanya.


"Tentu sedih mas. Karena saya pernah kerja sama beliau saat kita juara. Dia bukan hanya sebagai manajer, tapi bagi saya lebih dari itu. Saya anggap sudah seperti orang tua," kata Imran saat dihubungi JawaPos.com, Senin (18/8) sore.


Imran menambahkan, keberhasilan Persija menjadi juara Liga Indonesia 2001 tak lepas dari peran dan jasa IGK Manila. Dirinya adalah sosok yang paling benar-benar merasakan betapa pentingnya kehadiran Manila.

Eks pelatih Malut United FC itu bercerita, ia sebenarnya sempat diragukan tampil saat laga final melawan PSM Makassar karena mengalami cedera hamstring. Tapi, IGK Manila datang dan memotivasi Imran untuk tetap bermain setelah disuntikkan painkiller.

Imran Nahumarury pun dimainkan oleh pelatih (almarhum) Sofyan Hadi sebagai gelandang. Dirinya jadi motor serangan sekaligus pelayan sempurna untuk dua striker, Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas.

Upaya IGK Manila berbuah manis. Imran Nahumarury berhasil mencetak gol cepat pada menit ketiga untuk membawa Persija unggul. Gol itu sangat penting karena Macan Kemayoran akhirnya menang 3-2 berkat brace tambahan dari Bambang Pamungkas.

Momen itu, disebut Imran Nahumarury tak akan pernah dia lupakan. IGK Manila lah yang membuat dirinya tetap main meski cedera menghampiri.

"Mentalitas yang beliau berikan ke saya, terutama saat sebelum final, saya mengalami cedera. Tapi karena semangat yang dia berikan ke, aku bisa main walaupun hanya beberap menit. Karena setelah cetak gol, saya cedera lagi," kenang Imran.

Imran Nahumarury. (Instagram @imran_nahumarury)

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore