Pelatih Persebaya, Eduardo Perez, saat mendampingi timnya menghadapi PSIM Yogyakarta. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Ketika Eduardo Perez resmi diperkenalkan sebagai pelatih Persebaya Surabaya menggantikan Paul Munster Juni lalu, muncul secercah harapan bagi kejayaan tim berjuluk Green Force tersebut.
Pelatih yang sempat menjadi asisten Luis Milla saat masih menangani Timnas Indonesia itu diharapkan mampu membawa Persebaya meraih juara Super League musim ini, terlebih setelah Paul Munster hanya mampu membawa Green Force finish di peringkat empat.
Pelatih berkebangsaan Spanyol itu memang sedang diminati di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Hal ini tak lepas dari prestasi Negara Matador itu yang relatif konsisten di kancah persepakbolaan dunia.
Lalu, dua pelatih terbaik dunia saat ini, yaitu Pep Guardiola dan Luis Enrique merupakan juru taktik asal Spanyol yang sukses membawa Manchester City dan Paris Saint-Germain juara Liga Champions untuk pertama kalinya.
Maka tidak heran jika beberapa klub di Liga Indonesia juga menggunakan pelatih Spanyol. Bahkan, Timnas Garuda juga pernah menggunakan jasa Luis Milla yang merupakan warga negara Spanyol untuk menjadi pelatih kepala.
Sayangnya, jika melihat dari track record pelatih Spanyol di Liga Indonesia, mereka seringkali gagal bersinar. Persebaya pun pernah merekrut Josep Gombau, namun ia malah gagal total dan tidak bisa bertahan selama semusim.
Pengamat sepak bola Binder Singh pun mempertanyakan keberanian Green Force merekrut Eduardo Perez kepada Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi, mengingat pelatih Spanyol di Indonesia seringkali gagal memenuhi ekspektasi.
"Ini kan pelatih asal Spanyol kalau berkarier di Liga Indonesia seringkali kurang impresif. Apa yang menjadi pertimbangan Persebaya merekrut Eduardo Perez?" tanya pengamat yang akrab disapa Bung Binder itu dalam podcast di akun YouTube pribadinya.
Menurut Candra Wahyudi, penunjukan Coach Edu didasarkan pada evaluasi terhadap performa Persebaya mulai awal hingga menjelang akhir musim 2024/2025.
"Berdasarkan evaluasi musim lalu, secara hasil kita cukup bagus, yaitu dari peringkat 12 di musim sebelumnya, lalu posisi empat pada musim lalu. Tetapi, permainannya membosankan. Akhirnya setelah diskusi panjang di dalam manajemen, kita cenderung ingin Persebaya bermain indah sekaligus meraih hasil yang bagus. Lalu, melalui berbagai pertimbangan, akhirnya mengerucut pada nama Eduardo Perez," terangnya.
Kini, setelah laga perdana Super League resmi dimulai, secara tak terduga Persebaya dibuat mati kutu oleh PSIM Yogyakarta. Mereka kesulitan mengembangkan permainan, gagal menciptakan peluang matang hingga berujung kekalahan.
Coach Edu pun mengaku sangat kecewa dengan kekalahan ini, apalagi terjadi di depan Bonek dan Bonita yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. Namun, ia yakin timnya bisa segera bangkit.
"Besok kami mulai berlatih lagi. Kami perlu meningkatkan banyak hal dan di sepak bola tidak punya waktu untuk alasan apa pun. Kami harus terus berjuang," tegas mantan pelatih PSS Sleman itu seperti dikutip dari Antara.
Satu pertandingan memang tidak bisa dijadikan tolok ukur bahwa Eduardo Perez menjadi pelatih gagal di Persebaya. Masih ada 33 pertandingan untuk berbenah. Yang terpenting adalah konsistensi dan tekad pemain untuk terus menunjukkan performa terbaik agar mampu meraih poin penuh.

Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026, Bruno Moreira Siap Hadapi Teror Bonek!
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026, Kesempatan Terakhir Macan Kemayoran ke Semifinal
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
