Persebaya Surabaya wajib cari regenerasi Francisco Rivera sebagai metronom di lini tengah. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Musim baru Super League 2025/2026 menghadirkan angin segar dan kontroversi sekaligus. Regulasi pemain asing diubah cukup drastis, dari sebelumnya skema 5+1 (lima pemain asing bebas, satu Asia), kini setiap klub diperbolehkan mendaftarkan 11 pemain asing, menyimpan 9 dalam Daftar Susunan Pemain (DSP), dan memainkan maksimal 7 pemain asing secara bersamaan di atas lapangan.
Perubahan ini sempat menuai reaksi beragam. Di satu sisi, klub-klub merasa diberi kebebasan lebih dalam membentuk skuad kompetitif, namun di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa pemain lokal akan semakin terpinggirkan.
Namun, Ketua Badan Liga Indonesia (kini I.League), Ferry Paulus, menepis anggapan itu.
"Ya 7-9-11 itu sudah final. Jadi per musim depan ini regulasi pemain asing kita: 7 yang main, 9 yang ada di DSP, 11 yang boleh didaftarkan," ujar Ferry Paulus, Senin (28/7/2025).
"Kalau dilihat dari pemanfaatannya memang 7 lebih ideal karena pemain nasionalnya nanti ada kesempatan yang lebih besar dibandingkan kalau 8. kemarin memang bisa dibilang itu kan keinginan klub lah ya.”
"Tapi kita semua juga sepakat bahwa kebutuhan tim nasional adalah menjadi sesuatu yang sangat penting untuk bisa kita realisasikan. Oleh karena itu, ini bukan mundur, tapi kita tentunya ikut apa yang menjadi kebijakan dari PSSI.”
“Kemudian ada pemain junior itu U-23 yang didaftarkan harus kurang kurangnya 5, kelahirannya 2003 supaya inline dengan kebutuhan dari tim nasional Indonesia yang U-23. Yang main 1, 45 menit.”
Dengan regulasi yang lebih fleksibel, para manajer klub tidak membuang waktu. Bursa transfer pun langsung bergeliat panas. Klub-klub berlomba merekrut pemain asing berkualitas demi memperkuat lini masing-masing.
Satu tren yang mencuat paling jelas adalah dominasi pemain dari Amerika Latin, terutama dari Brasil, Argentina, Kolombia, dan Meksiko.
Negeri-negeri ini telah lama dikenal sebagai lumbung talenta sepak bola dunia—dan kini, Indonesia menjadi tujuan baru bagi sebagian pemain mereka.
Musim ini, Brasil menjadi negara penyumbang pemain asing terbanyak di Super League 2025/2026.
Total, sebanyak 59 pemain asal Brasil tersebar di 18 klub peserta. Menariknya, hanya satu klub yang tak memiliki pemain asal negeri Samba, yakni PSIM Yogyakarta.
Persija Jakarta dan Arema FC menjadi dua klub yang paling “Brazilian” di liga ini, masing-masing memiliki 8 pemain Brasil dalam skuad. Diikuti Malut United dengan 6 pemain, dan Persib Bandung dengan 5 pemain Brasil.
Namun, dari sisi nilai pasar, justru Brasil hanya menyumbang satu pemain saja ke dalam daftar 11 pemain asing termahal Super League versi Transfermarkt.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
