
Dejan Tumbas salah satu pemain asal Balkan milik Persebaya Surabaya. (Dok. Persebaya Surabaya)
JawaPos.com-Kedatangan pemain asing menjadi daya tarik tersendiri untuk Liga Indonesia. Pemain-pemain dari Amerika Selatan seperti Argentina, Brasil, hingga Meksiko, sering menjadi andalan bagi tim-tim di kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut.
Selain negara Amerika Selatan, pemain dari benua Eropa juga mulai meramaikan Super League musim depan. Terutama mereka yang datang dari Balkan yang terdiri dari negara-negara seperti Albania, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Kosovo, Montenegro , Makedonia Utara, Rumania, Serbia, dan Slovenia.
Pada Super League musim depan ada tujuh tim yang memakai jasa pemain asal Balkan. Siapa saja tim tersebut?
Tim asuhan Eduardo Perez ini menjadi tim pertama yang banyak memakai pemain asing asal Balkan. Melansir Transfermarkt, Persebaya memiliki lima pemain asing asal Balkan yaitu Dejan Tumbas dari Serbia, Mihailo Perovic dan Milos Raickovic asal Montenegro, serta dua pemain dari Makedonia Utara, Risto Mitrevski dan Dime Dimov.
Musim lalu, Persebaya juga memiliki tiga pemain dari Balkan yaitu Dime Dimov, Slavko Damjanovic, dan Dejan Tumbas. Namun, untuk musim depan hanya Slavko Damjanovic yang sudah tidak lagi berseragam Persebaya.
Tim yang bakal bermarkas di Lampung ini juga memiliki pemain asing asal Balkan. Jumlah pemainnya sama dengan Persebaya yaitu lima pemain. Mereka adalah dua pemain asal Kroasia yaitu Stjepan Plazonja dan Christian Ilic.
Ada dua pemain dari Montenegro, Dejan Radic dan eks Persebaya Slavko Damjanovic. Sementara Nehar Sadiki menjadi satu-satunya wakil dari Makedonia Utara di tim asuhan Paul Munster.
Tim promosi Super League musim depan ini punya satu pemain asal Balkan dari lima pemain asing baru yang didatangkan. Dia adalah Nermin Haljeta asal Slovenia.
Pemain posisi penyerang tersebut bukanlah nama asing, karena Nermin Haljeta merupakan eks PSM Makassar. Musim lalu, permainannya cukup apik dengan mengoleksi 12 gol bersama Juku Eja.
Dua pemain asal Balkan berada di skuad Bali United musim depan. Mereka adalah Boris Kopitovic asal Montenegro dan Mirza Mustafic yang memiliki dua kewarganegaraan, Luksemburg dan Bosnia-Herzegovina.
Bagi Boris Kopitovic, ini adalah musim keduanya membela Bali United. Musim lalu, penyerang 30 tahun tersebut bermain cukup baik dengan mengoleksi enam gol dari 15 pertandingan yang dimainkannya.
Satu-satunya pemain asing asal Balkan di Persita Tangerang musim depan adalah Aleksa Andrejic. Pemain baru yang berposisi sebagai sayap kiri tersebut merupakan pemain asal Serbia.
Persita merupakan tim kedua yang dibelanya di Indonesia. Musim lalu, Aleksa Andrejic bermain bersama Adhyaksa FC. Pemain berusia 32 tahun itu mencetak 10 gol dari 21 pertandingan yang dimainkannya di Liga 2.
Musim depan Semen Padang hanya memiliki satu pemain asing asal Balkan. Dia adalah Tin Martic yang merupakan seorang bek tengah dari Kroasia.
Tim Martic menjalani musim keduanya berseragam Semen Padang. Musim lalu, bek tengah serba bisa itu selalu jadi andalan di lini belakang dengan memainkan 30 pertandingan bersama Kabau Sirah.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
