
Matthew Baker (tengah) tunjukkan cintanya kepada Timnas Indonesia dan tolak panggilan Timnas Australia U-17. (Instagram/@mat_baker09)
JawaPos.com - Timnas Indonesia U-17 bersiap menghadapi tantangan besar di Piala Dunia U-17 2025 yang digelar di Qatar pada 3-27 November mendatang. Di fase grup, Garuda Muda tergabung di Grup H bersama Brasil, Honduras, dan Zambia.
Untuk mendapatkan pengalaman tanding dan adaptasi permainan, PSSI menggelar turnamen uji coba bertajuk Piala Kemerdekaan di Medan, Sumatera Utara, pada Agustus ini.
Tiga tim akan diundang. Dua di antaranya yang sudah pasti adalah Afrika Selatan dan Tajikistan. Satu peserta lagi masih dalam tahap pencarian. Idealnya, berasal dari Amerika Latin agar gaya bermainnya mendekati calon lawan di Piala Dunia. Namun, hal itu terkendala jarak tempuh yang bisa mencapai 36 jam.
“Kami masih mencari satu peserta lagi, kalau bisa dari Amerika Latin. Tapi memang kendala jarak tempuh yang mencapai 36 jam. Kalau tidak bisa, ya kita cari dari yang dekat agar bisa hadir mengisi Piala Kemerdekaan,” ujar Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat konferensi pers di Media Centre SUGBK, Jakarta, kemarin (31/7).
Menurut Erick, laga uji coba cukup digelar tiga kali. Fokus utama adalah mengukur kesiapan tim menghadapi beragam gaya permainan. “Karena Coach Nova ingin mencoba beberapa gaya permainan. Karena di grup kita, ada dari Afrika, dari Amerika Latin. Ini hanya sebuah pengukuran,” jelasnya.
Selain itu, Erick menegaskan pentingnya menjaga kebugaran dan kondisi pemain. Ia tidak ingin para pemain andalan justru cedera sebelum tampil di Qatar. “Seperti yang kita tahu, di berbagai level usia, kita tidak punya ketebalan pemain. Antara pemain inti dan cadangan,” katanya.
Matthew Baker Diandalkan
Salah satu pemain andalan yang jadi sorotan adalah Matthew Baker. Pemain muda ini sudah menembus skuad utama Melbourne City di kompetisi A-League Australia. “Alhamdulillah sudah digunakan tim senior. Dampaknya saat menghadapi senior berbeda. Semoga tidak ada cedera. Karena dia tulang punggung,” ungkap Erick.
Matthew dinilai punya keunikan yang jarang ditemukan di sepak bola Indonesia. Ia berposisi sebagai bek tengah berkaki kiri, profil yang langka bahkan di level timnas senior. Erick menyebut hanya Justin Hubner yang memiliki karakter serupa. “Itu tidak mudah. Silakan periksa datanya, berapa banyak klub di dunia yang mencari bek tengah berkaki kiri? Itulah sebabnya kami mempertahankan aset ini,” tegasnya.
Sementara itu, anggota Exco PSSI Arya Sinulingga menambahkan, penyelenggaraan turnamen ini juga punya makna khusus bagi masyarakat Sumatra Utara. Selain untuk persiapan tim, event ini menjadi momentum menghadirkan atmosfer internasional ke luar Jawa. “Sudah 30 sampai 40 tahun. Hal itu belum pernah terjadi. Jadi, ini hal yang baik,” ucap Arya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
