Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 05.44 WIB

5 Faktor Kegagalan Indonesia Raih Gelar Juara Piala AFF U-23 Saat Berhadapan dengan Vietnam

Timnas Indonesia U-23. (Instagram @timnasindonesia)

JawaPos.com – Tim Nasional Indonesia U-23 gagal merebut gelar juara Piala ASEAN U-23 2025 setelah takluk 0-1 dari Vietnam dalam laga final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Meski tampil di hadapan lebih dari 35 ribu penonton yang mendukung penuh, skuad Garuda Muda belum mampu menembus pertahanan solid tim tamu.

Kekalahan ini bukan karena kekurangan semangat juang, tetapi lebih karena beberapa faktor krusial yang memengaruhi jalannya pertandingan.

Berikut adalah lima poin utama penyebab kegagalan Indonesia gagal raih gelar juara dari Vietnam dalam partai final, seperti dilansir dari laman ESPN pada Rabu (30/7).

  1. Kesalahan Koordinasi di Lini Pertahanan

Koordinasi yang buruk antar pemain bertahan Indonesia menjadi faktor utama terciptanya gol tunggal Vietnam. Pada proses gol menit ke-37, lima pemain tertarik ke satu titik, meninggalkan celah besar di kotak penalti.

Hal ini memaksa Kakang Rudianto melakukan sapuan tidak sempurna yang jatuh ke kaki Nguyễn Công Phương. Ketidaksiapan tersebut langsung dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol penentu.

  1. Penyelesaian Akhir yang Tidak Maksimal

Indonesia sebenarnya menciptakan beberapa peluang emas, namun gagal dimaksimalkan dengan baik. Jens Raven, misalnya, gagal menyundul bola dengan tepat meskipun berada dalam posisi ideal tanpa kawalan.

Dua kali lini belakang Vietnam juga sempat lengah, tetapi penyelesaian akhir Rahmat Arjuna dan Rayhan Hannan tidak membuahkan hasil. Minimnya ketenangan saat berada di depan gawang menjadi hambatan besar.

  1. Terlambatnya Pergantian Pemain

Pelatih Timnas U-23 baru melakukan pergantian pemain pertama pada menit ke-81. Bahkan, striker Hokky Caraka baru masuk pada menit ke-86, padahal permainan sudah stagnan sejak pertengahan babak kedua.

Keputusan ini membuat intensitas serangan Indonesia tidak mengalami peningkatan signifikan di fase krusial. Minimnya rotasi membuat Vietnam lebih unggul dalam menjaga konsistensi ritme permainan.

  1. Strategi Bertahan Ketat Vietnam dan Penguasaan Ruang

Vietnam menerapkan formasi bertahan dengan lima pemain belakang serta dua lapis gelandang bertahan yang sulit ditembus. Meskipun Indonesia menguasai 68% bola, mayoritas penguasaan terjadi di area yang tidak berbahaya.

Vietnam menjaga disiplin tinggi dan menutup ruang tembak dengan sangat efektif. Taktik ini memaksa Indonesia berkali-kali mengalirkan bola ke sisi sayap tanpa hasil signifikan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore