Timnas Indonesia U-23. (Instagram @timnasindonesia)
JawaPos.com – Tim Nasional Indonesia U-23 gagal merebut gelar juara Piala ASEAN U-23 2025 setelah takluk 0-1 dari Vietnam dalam laga final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Meski tampil di hadapan lebih dari 35 ribu penonton yang mendukung penuh, skuad Garuda Muda belum mampu menembus pertahanan solid tim tamu.
Kekalahan ini bukan karena kekurangan semangat juang, tetapi lebih karena beberapa faktor krusial yang memengaruhi jalannya pertandingan.
Berikut adalah lima poin utama penyebab kegagalan Indonesia gagal raih gelar juara dari Vietnam dalam partai final, seperti dilansir dari laman ESPN pada Rabu (30/7).
Koordinasi yang buruk antar pemain bertahan Indonesia menjadi faktor utama terciptanya gol tunggal Vietnam. Pada proses gol menit ke-37, lima pemain tertarik ke satu titik, meninggalkan celah besar di kotak penalti.
Hal ini memaksa Kakang Rudianto melakukan sapuan tidak sempurna yang jatuh ke kaki Nguyễn Công Phương. Ketidaksiapan tersebut langsung dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol penentu.
Baca Juga: Dony Tri Pamungkas Disebut Sebagai Pemain yang Selalu Tampil Konsisten Bersama Timnas Indonesia U-23
Indonesia sebenarnya menciptakan beberapa peluang emas, namun gagal dimaksimalkan dengan baik. Jens Raven, misalnya, gagal menyundul bola dengan tepat meskipun berada dalam posisi ideal tanpa kawalan.
Dua kali lini belakang Vietnam juga sempat lengah, tetapi penyelesaian akhir Rahmat Arjuna dan Rayhan Hannan tidak membuahkan hasil. Minimnya ketenangan saat berada di depan gawang menjadi hambatan besar.
Pelatih Timnas U-23 baru melakukan pergantian pemain pertama pada menit ke-81. Bahkan, striker Hokky Caraka baru masuk pada menit ke-86, padahal permainan sudah stagnan sejak pertengahan babak kedua.
Keputusan ini membuat intensitas serangan Indonesia tidak mengalami peningkatan signifikan di fase krusial. Minimnya rotasi membuat Vietnam lebih unggul dalam menjaga konsistensi ritme permainan.
Vietnam menerapkan formasi bertahan dengan lima pemain belakang serta dua lapis gelandang bertahan yang sulit ditembus. Meskipun Indonesia menguasai 68% bola, mayoritas penguasaan terjadi di area yang tidak berbahaya.
Vietnam menjaga disiplin tinggi dan menutup ruang tembak dengan sangat efektif. Taktik ini memaksa Indonesia berkali-kali mengalirkan bola ke sisi sayap tanpa hasil signifikan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
