Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 19.57 WIB

Bedah Unsur Budaya Betawi saat Perkenalan Pemain Baru Persija Jakarta Gustavo Franca: Palang Pintu hingga Julukan Si Jampang

Gustavo Franca resmi diumumkan sebagai pemain baru Persija Jakarta. (Dok: Persija)

 

JawaPos.com - Unsur budaya Betawi kental melekat dalam pengenalan Gustavo Franca sebagai pemain baru Persija Jakarta. Konsep unik itu cukup mencuri perhatian publik, bukan hanya kalangan The Jakmania saja, tapi juga masyarakat dan pendukung sepak bola lain.

Gustavo Franca telah diumumkan beberapa hari lalu. Tepatnya pada Senin (21/7), di mana dia menjadi nomor 10 anyar Persija Jakarta untuk Super League 2025/2026.

Pemain berusia 27 tahun itu didatangkan dari klub Londrina PR. Gustavo Franca menjadi rekrutan keenam sekaligus pemain asing keenam Persija Jakarta. Kedatangannya pun disambut meriah oleh The Jakmania, suporter dan penggemar Macan Kemayoran.

Menariknya lagi, pengumuman Gustavo Franca terbilang unik. Tak seperti pemain-pemain lain yang diumumkan dengan gaya casual dan berlatar belakang ikon Kota Jakarta, Franca diperkenalkan dengan sarat unsur budaya Betawi.

Dalam video yang diunggah diperlihatkan bahwa Wisata Budaya Setu Babakan, Jakarta Selatan, jadi tempat perkenalan. Kemudian muncul footage silat Betawi yang diperagakan oleh empat orang tengah berlatih dengan kostum khas berwarna kuning oranye.

Di tengah latihan, muncul seseorang berpakaian adat Betawi lengkap dengan berwarna merah maroon. Dia adalah Gustavo Franca, lengkap dengan peci dan sarung, serta sabuk.

Gustavo Franca pun langsung diberhentikan. Momen budaya palang pintu pun muncul. Semua diawali oleh salah satu dari empat orang yang berlatih melontarkan pantun berbahasa Betawi, yang menanyakan maksud dan tujuan kedatangan Franca.

"Bang, rumah gedongan di Cendane, roti buaya dipakein dasi. Aye ga tau abang datang dari mane mau ke mane, masuk kampung aye kudu permisi," ucap salah satu pendekar silat.

Gustavo Franca pun langsung membalasnya. Meski pertama kali baginya berbahasa Indonesia, apalagi Betawi, tapi dia cukup lancar dan fasih membalas pantun.

 "Jalan-jalan ke Cikini, pulangnye lewat Balai Kota. Gue dateng jauh ke sini, untuk Persija Jakarta!" kata Franca dengan tegas.

Pantun Franca kembali dibalas oleh salah satu pendekar. Kali ini isinya berupa ajakan untuk bertarung sebagai pembuktian kualitas dan kemampuan sang pemain anyar.

"Kalau lu mau tau dalemnya rawa, lu harus tau dulu dalemnya Kali Semanan. Eh kalau lu emang mau gabung ame Persija, gue pengen ngeliat lu punya permainan," kata pendekar itu lagi.

Aksi gelut singkat pun terjadi. Diperlihatkan Gustavo Franca cukup piawai dalam merobohkan si pendekar dan akhirnya menang. Sang pendekar pun langsung mengakui kekalahannya dan mengucapkan 'Selamat datang di Persija'.

Perkenalan Gustavo Franca memang terbilang sederhana. Tapi, sarat unsur Betawi yang ditonjolkan oleh Persija Jakarta sehingga menarik atensi banyak orang.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore