
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkapkan bahwa proses naturalisasi dua calon pemain Timnas Indonesia belum dilakukan karena masih menunggu kelengkapan berkas. (FOTO: Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkapkan bahwa federasi sepak bola Indonesia kini dikenal sebagai salah satu yang paling vokal dalam menyuarakan aspirasinya di tingkat Asia Tenggara maupun Asia. PSSI 'berisik' karena merasa Indonesia adalah bangsa yang besar.
Hal itu disampaikan Erick Thohir merespons keputusan AFC yang mengabulkan permintaan PSSI terkait dengan perubahan jadwal pertandingan Indonesia vs Irak dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
"Mungkin kita (PSSI), salah satu dari dua tahun terakhir ini yang juga dianggap paling berisik kepada semua organisasi AFF maupun AFC," ujar Erick Thohir dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (24/7) siang.
PSSI sebelumnya mengajukan protes dan banding kepada AFC karena Timnas Indonesia mendapatkan jadwal pertandingan yang kurang bersahabat dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Sebab Timnas Indonesia hanya mendapatkan waktu istirahat yang singkat saat jeda antarlaga kontra Arab Saudi pada 9 Oktober 2025 dini hari dan melawan Irak pada 11 Oktober 2025 malam. AFC pun mengabulkannya dengan menggeser jadwal kontra Irak jadi 12 Oktober dini hari.
Namun demikian, Erick Thohir menegaskan bahwa sikap kritis PSSI tersebut bukan bentuk arogansi, melainkan upaya memperjuangkan kepentingan sepak bola Indonesia secara proporsional.
"Kami tidak bermaksud jumawa. Kami hanya memposisikan kita (Indonesia) ini negara besar. Kita punya nilai luar biasa di sepakbola. Kita harus hormat kepada suporter dan pengorbanan pemain," jelas Erick Thohir.
Erick menambahkan, PSSI sekarang tidak akan segan-melayangkan protes resmi kepada konfederasi. Terutama yang berkaitan dengan keadilan, baik dalam pertandingan maupun keputusan-keputusan wasit.
"Kalau merasa ini hak kita, dan kita yakin kita benar, protes wasit kita lakukan. Saya rasa dulu habis pertandingan kita berdiam diri. Kalau sekarang, kita protes," katanya.
Lebih lanjut Erick Thohir mengatakan bahwa PSSI kini lebih konsisten dalam memperjuangkan keadilan di dalam lapangan, tanpa terpengaruh hasil pertandingan. Ia menyebut perjuangan PSSI dalam menyetarakan Indonesia dengan bangsa lain tak akan berhenti.
"Mungkin nanti kalau masuk 100, naik ke 70, marwah kita bisa lebih tinggi. Tapi, kita coba berjuang terus," ucapnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
