
Calon duet maut Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram @maurozijlstra/@oleromeny)
JawaPos.com — Timnas Indonesia bakal kedatangan amunisi baru di lini depan dengan gaya main yang kontras namun saling melengkapi. Mauro Zijlstra, striker muda asal FC Volendam, segera dinaturalisasi dan siap berduet dengan Ole Romeny, ujung tombak yang sedang naik daun.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir sudah memastikan proses naturalisasi Mauro sedang berjalan cepat.
Pemain berusia 20 tahun itu diproyeksikan untuk membela timnas senior di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan tim U-23 di ASEAN Championship serta Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
"Nanti ada striker muda, Mauro. Kita tahu tim nasional (putra) kita di yang muda dan senior masih kekurangan pemain muda. Jadi mudah-mudahan ini bisa menambah juga persiapan buat timnya ke depan nanti," kata Erick dikutip dari Antara.
Mauro Zijlstra adalah striker bertipe target man dengan insting gol tinggi dan kemampuan bermain sebagai gelandang serang. Gaya mainnya mengandalkan penempatan posisi, fisik kuat, dan naluri penyelesaian akhir yang tajam.
Musim lalu, Zijlstra mencetak 17 gol dan 4 assist hanya dari 21 pertandingan bersama tim muda FC Volendam. Penampilan cemerlang itu membawanya promosi ke tim utama dan tampil tujuh kali, termasuk di ajang Piala Belanda.
Secara statistik, Mauro sudah mencatatkan 74 penampilan, 47 gol, dan 19 assist dengan total menit bermain 5.155 menit.
Ini menunjukkan rasio gol yang tinggi dengan kontribusi langsung ke gawang lawan hampir di setiap dua pertandingan.
Dengan tinggi badan 1,88 meter dan kaki dominan kanan, Mauro sangat efektif dalam duel udara dan situasi bola mati. Ia juga fleksibel secara taktik karena bisa turun sedikit ke tengah untuk membuka ruang.
Bandingkan dengan Ole Romeny, pemain diaspora yang kini memperkuat Oxford United di Inggris. Romeny adalah penyerang serba bisa yang dapat bermain di posisi sayap kanan maupun kiri.
Dengan kaki kanan dominan, Ole lebih mengandalkan kecepatan, akselerasi, dan kemampuan membuka ruang di sisi lapangan. Ia juga mampu melakukan cut-inside untuk menciptakan peluang atau mencetak gol dari area flank.
Statistik karier Ole menunjukkan pengalamannya jauh lebih matang dengan 208 penampilan, 42 gol, dan 15 assist. Total menit bermainnya mencapai 11.706 menit, menandakan jam terbang tinggi di level kompetitif.
Meski jumlah golnya lebih sedikit dibanding Mauro, peran Ole sangat krusial dalam sistem permainan yang dinamis dan fleksibel. Ia bisa menarik bek lawan keluar dari area dan membuka ruang bagi striker lainnya.
Secara fisik, Ole punya postur ideal dengan tinggi 1,85 meter yang memungkinkan dirinya kuat dalam duel meski bukan striker murni.
Ia juga memiliki nilai pasar jauh lebih tinggi, yakni Rp20,86 miliar, dibanding Mauro yang baru mencapai Rp1,30 miliar.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
