Pelatih Sepak Bola Rahmad Darmawan. (Antara)
JawaPos.com - Rahmad Darmawan (RD) terpilih menjadi pelatih untuk Liga Indonesia All Star. Dia akan memimpin para pemain lokal terpilih berlaga di Piala Presiden 2025.
Jawa Pos: Pemain Liga Indonesia All Star merupakan gabungan dari banyak pemain dari klub berbeda dan terpilih melalui hasil voting. Artinya, pemain yang ada di tim bukan pilihan Anda. Bagaimana melihat kondisi ini?
RD: Ya, saya rasa ini memang sesuatu yang baru untuk sepak bola Indonesia. Untuk saya pribadi, ini tantangan. Dan tentu saja ingin memberikan satu penampilan yang baik. Saya mencoba beradaptasi dengan kondisi yang ada dari sisi materi pemain. Saya harus bisa menyesuaikan diri.
Jawa Pos: Apa tantangan terbesar?
RD: Memang banyak keterbatasannya. Pemain-pemain yang terpilih ini juga tidak dari seluruh klub di Liga 1. Beberapa klub sudah menggelar latihan, Persebaya misalnya, tidak melepas pemainnya. Juga tidak boleh ada pemain timnas, baik senior atau junior.
Saya sudah melihat dalam dua hari latihan ini, pemain yang ada bersemangat ingin memberikan yang terbaik. Tidak mau mengecewakan mereka yang sudah memilih. Menurut saya, pemain yang terpilih ini cukup bagus.
Baca Juga: Eks Bek Persebaya Debut Pelatih dan Langsung Juara, Mokhamad Syaifuddin Bawa Sepak Bola Surabaya Raih Emas Porprov
Jawa Pos: Dengan pemilihan pemain yang bukan pilihan Anda, ditambah waktu persiapan mepet. Bagaimana Anda bisa memberikan pemahaman taktikal kepada tim ini?
RD: Saya memang memberikan satu pemahaman yang sederhana dalam tactical game plan. Kemarin (30/6) saya lebih ke adaptasi, hari ini (1/7) sudah masuk ke wilayah taktikal. Mudah-mudahan dalam 2-3 hari pertemuan ke depan pemain bisa cepat memahami. Tapi sejauh ini mereka sudah mengerti apa yang saya inginkan.
Jawa Pos: Bagaimana Anda melihat calon lawan di Piala Presiden 2025 seperti Oxford United dan Arema FC?
RD: Kebetulan lawan kami di fase grup berbeda ya. Yang pertama melawan Oxford United, tim berkualitas dari Eropa. Yang kedua Arema FC, kita semua sudah tahulah seperti apa. Yang jelas, saya tekankan kepada pemain mereka datang ke sini untuk bertanding, bukan latihan pra-musim.
Jadi pendekatan latihan saya coba sesuaikan dengan calon lawan juga. Yang pasti, saya katakan kepada pemain, nanti ketika mereka kembali ke klub, conditioning match sudah pasti didapatkan.
Baca Juga: Jangan Terjebak Panic Buying! Persebaya Surabaya Harus Cermat di Tengah Rumor Alef Firmino dan Jurgen Locadia
Jawa Pos: Dengan 30 pemain yang ada dalam skuad Liga Indonesia All Star, bagaimana Anda akan menentukan starting line up?
RD: Yang jelas, saya akan memaksimalkan semua pemain yang ada untuk bermain. Karena jadwalnya mepet, jadi semua pemain bisa saling menggantikan. Tanggal 6 (Juli) malam main di Jakarta, tanggal 7 (Juli) kami berangkat ke Bandung, dan tanggal 8 (Juli)) tanding lagi.
Jawa Pos: Apakah ada permintaan khusus dari klub-klub yang melepas pemainnya ke Liga Indonesia All Star? Tidak boleh pulang dalam keadaan cedera mungkin?
RD: Saya mengerti perasaan pelatih-pelatih yang pemainnya dilepas ke Piala Presiden 2025. Mereka tidak ingin pemainnya cedera, bisa bertanding di pertandingan pertama Liga 1 nanti.
Tentu, saya akan memberikan treatment dalam latihan sehingga mereka tidak cedera. Pemain tetap harus bersungguh-sungguh, karena jika tidak itu akan berpengaruh pada intensitas kerja tubuh yang bisa ikut membangun kondisi fisik dll. Jangan sampai, sepulang dari Piala Presiden 2025, kondisi fisik mereka justru ketinggalan dibanding rekan setimnya di klub.
Baca Juga: Hengkang ke Kaizer Chiefs! Flavio Silva Resmi Tinggalkan Persebaya Surabaya, Ini Daftar Pemain Inti yang Langsung Terpangkas
Jawa Pos: Apakah Anda punya target pribadi di Piala Presiden 2025?
RD: Tentu saja saya punya. Saya kan merepresentasikan pelatih lokal dan kebetulan dipercaya menangani Liga Indonesia All Star. Saya pasti tidak ingin mengecewakan, itu juga yang saya minta kepada pemain: jangan tampil mengecewakan. Terlepas dari apapun, termasuk soal persiapan, kami akan mencoba memberikan yang terbaik.
Beban? Sudah pasti ada dan itu biasa. Adanya anggapan bagus dan buruk juga wajar. Tugas saya adalah melakukan sebaik mungkin dengan apa yang dibebankan saja. Mudah-mudahan sesuai dengan keinginan kita. Saya berharap bisa main tiga kali, artinya lolos ke babak berikutnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
