
Ardi Idrus hengkang dari Persebaya Surabaya ke Bhayangkara FC. (Media Bhayangkara FC)
JawaPos.com — Bhayangkara FC tampil agresif jelang Liga 1 Indonesia 2025/2026 dengan manuver transfer yang cukup mengejutkan. Klub berjuluk The Guardians itu sukses membajak tiga sosok kunci milik Persebaya Surabaya musim lalu, termasuk pelatih Paul Munster.
Langkah Bhayangkara FC ini tak hanya menunjukkan ambisi besar untuk bangkit musim depan, tetapi juga membuat Persebaya Surabaya kehilangan tumpuan utama mereka. Munster bukan pelatih sembarangan, ia pernah mengangkat performa Green Force lewat gaya main menyerang yang atraktif.
Kedatangan Munster langsung disusul dengan dua pemain andalannya saat di Persebaya Surabaya, yakni Slavko Damjanovic dan Ardi Idrus. Transfer ketiganya terjadi dalam waktu yang berdekatan, memperkuat sinyal Bhayangkara ingin membangun skuad solid sejak pramusim.
Paul Munster sendiri dikenal sebagai pelatih yang detail dalam mengatur lini belakang dan transisi cepat ke depan. Dengan bergabungnya Damjanovic dan Ardi Idrus, sang pelatih seperti sedang membangun ulang pondasi yang pernah ia bentuk di Persebaya Surabaya.
Slavko Damjanovic menjadi rekrutan pertama dari trio eks Persebaya Surabaya yang kini resmi berseragam Bhayangkara FC. Pemain berposisi bek tengah ini dikenal punya keunggulan duel udara dan pengalaman internasional yang tak diragukan.
Damjanovic diperkenalkan secara resmi pada Rabu (25/6/2025) lewat akun Instagram klub, menandai langkah awal revolusi lini belakang Bhayangkara. Kombinasi Damjanovic dan Ardi Idrus tentu akan memberi banyak pilihan bagi Munster dalam mengatur pertahanan.
Ardi Idrus menjadi nama terbaru yang diumumkan Bhayangkara FC pada Jumat (27/6/2025), melengkapi skema bek sayap yang diinginkan pelatih asal Irlandia Utara itu. Bek kiri berusia 32 tahun ini membawa segudang pengalaman dan semangat juang tinggi ke tim barunya.
Selama satu musim membela Persebaya Surabaya, Ardi Idrus mencatatkan 29 pertandingan dengan 2.205 menit bermain dan mengoleksi enam kartu kuning. Meski tak menyumbang assist atau gol, kontribusinya lebih terasa dalam sisi pertahanan dan pressing agresif.
Karier Ardi Idrus di sepak bola Indonesia cukup panjang dan berwarna, dimulai dari akademi PSM Makassar hingga sempat membela klub-klub seperti PSSPS, Persip, hingga PSS Sleman. Namanya mulai dikenal luas ketika bergabung dengan Persib Bandung pada 2018.
Bersama Maung Bandung, Ardi tampil dalam 102 pertandingan dan memberikan lima assist selama empat musim. Ia juga mencatatkan 19 kartu kuning dan bermain selama 8.638 menit, menjadikannya bek kiri yang cukup konsisten di Liga 1.
Setelah dilepas Persib, Ardi bergabung dengan Bali United pada 2022 dan mencatatkan 60 pertandingan dengan 3 assist serta 11 kartu kuning. Namun pada musim 2024/2025, ia dipinjamkan ke Persebaya Surabaya di mana performanya masih terjaga meski usianya telah 32 tahun.
Kini, Ardi Idrus resmi menjadi bagian dari proyek besar Bhayangkara FC bersama Paul Munster dan Slavko Damjanovic. Kepindahannya tentu menjadi kerugian besar bagi Persebaya Surabaya, mengingat ia termasuk sosok penting di lini belakang.
Bhayangkara FC memang cukup aktif di bursa transfer musim ini untuk memperbaiki performa musim lalu yang kurang memuaskan. Selain memboyong tiga nama dari Persebaya Surabaya, mereka juga telah mengamankan jasa Ryan Kurnia, Firza Andika, dan Andres Nieto.
Khusus Firza Andika, kehadirannya juga akan membuat persaingan di posisi bek kiri makin ketat bersama Ardi Idrus. Hal ini memberikan fleksibilitas lebih bagi Munster dalam menentukan taktik dan rotasi pemain.
Di sisi lain, manuver Bhayangkara ini menambah tekanan bagi Persebaya Surabaya yang harus segera mencari pengganti sepadan untuk posisi-posisi vital tersebut. Kehilangan pelatih, bek tengah, dan bek kiri secara bersamaan tentu bukan hal mudah untuk diatasi.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
