
Ramdani Lestaluhu diperkenalkan sebagai tim pelatih Persija Youth Development (Dok. Persija Jakarta)
JawaPos.com-Ramdani Lestaluhu mengakhiri perjalanan 18 tahun sebagai pesepak bola pada hari ini (26/6). Dia langsung bergabung dengan Persija Youth Development sebagai tim pelatih.
Pemain asal Tulehu, Maluku, ini memutuskan gantung sepatu usai setengah musim terakhir berstatus tanpa klub. Klub terakhir yang dia bela adalah tim Liga 2, Persiku Kudus.
Sebagai putra asli kampung sepak bola di Maluku, bakat alam Ramdani membawanya ke ibu kota. Pada 2007, pemain jebolan SKO Ragunan ini bergabung dengan tim muda Persija Jakarta.
Hanya setengah tahun di tim kelompok umur, dia langsung diorbitkan ke tim senior Persija Jakarta. Dia menjalani debut bersama Macan Kemayoran sebagai pemain termuda saat itu.
Lima tahun berseragam oranye, pemain berposisi gelandang ini hijrah ke Sriwijaya FC. Namun, tidak lama, sebab satu musim kemudian dia kembali ke pelukan Persija Jakarta.
Ramdani menghabiskan hampir setengah karirnya untuk membela klub ibu kota ini. Puncaknya adalah ketika dia akhirnya mempersembahkan gelar juara liga kesebelas untuk Persija Jakarta di musim 2018.
Kebersamaannya dengan Macan Kemayoran berakhir ketika dia dilepas ke Bali United pada akhir musim 2022/2023. Dia bereuni dengan Stefano Teco, pelatih yang terakhir kali membawa Persija Jakarta juara.
Dua musim berselang, dia kemudian memutuskan bergabung dengan Persiku Kudus. Bersama Macan Muria, Ramdani hanya finis di posisi delapan grup B.
Namun, dia dan kolega beruntung selamat dari jurang degradasi usai memuncaki klasemen degradasi grup C. Usai memutuskan pensiun, pemilik dua caps bersama Timnas Indonesia ini langsung bergerak cepat menentukan masa depan.
Pada hari ini (26/6), Ramdani diperkenalkan sebagai bagian dari tim kepelatihan di Persija Youth Development atau akademi milik Persija Jakarta. Ramdani menyusul koleganya, Maman Abdurrahman yang telah lebih dulu bergabung sebagai pelatih di akademi Persija Jakarta usai memutuskan pensiun Kamis (19/6).
Sebelumnya, pria 33 tahun ini diketahui telah mengantongi lisensi kepelatihan C AFC yang didapatkannya pada 2020.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
