Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Juni 2025 | 00.58 WIB

Dikabarkan Merapat ke Bali United di Liga 1, Striker Timnas Indonesia Rafael Struick Justru Pulang ke Den Haag

Rafael Struick. (dok. Instagram) - Image

Rafael Struick. (dok. Instagram)

JawaPos.com-Plot twist tak terduga menghiasi saga transfer striker Timnas Indonesia Rafael Struick. Di tengah gencarnya rumor yang menyebut pemain berusia 22 tahun ini akan bergabung dengan Bali United di Liga 1 musim 2025/2026, Struick justru memberikan sinyal berbeda melalui media sosial.

Penyerang kelahiran Nederland ini baru saja mengalami masa sulit bersama Brisbane Roar di A-League Australia. Brisbane Roar telah mengkonfirmasi kepergian Rafael Struick setelah kontraknya berakhir. Pemain Indonesia tersebut tampil 10 kali sepanjang kampanye 2024/25 dan mencetak satu gol.

Langkah Struick untuk mencoba peruntungan di A-League Australia ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Setelah bergabung dengan Brisbane Roar pada September 2024 dan melakukan debut melawan Auckland FC pada 19 Oktober 2024, pemain naturalisasi ini hanya mendapat kesempatan terbatas.

Statistik Struick selama berseragam Brisbane Roar memang cukup mengecewakan. Dalam 10 penampilan di A-League Men, dia hanya mampu mengumpulkan 239 menit bermain dengan satu gol yang dicetak melawan Sydney FC. Selain itu, dia juga sempat tampil 3 kali di Keuken Kampioen Divisie dengan total 148 menit, sehingga total penampilannya mencapai 13 pertandingan dengan 387 menit bermain dan satu gol.

Minimnya kesempatan bermain menjadi pukulan berat bagi Struick yang berharap bisa mendapat jam terbang lebih banyak untuk mendukung karir bersama Timnas Indonesia. Brisbane Roar dalam keterangan resminya mengucapkan terima kasih kepada Rafael atas kontribusinya musim ini dan mendoakan kesuksesannya di masa mendatang.

Setelah resmi berstatus bebas transfer, Rafael Struick dikaitkan dengan Bali United. Dilaporkan striker Timnas Indonesia tersebut tengah menjalin komunikasi dan negosiasi dengan klub berjuluk Serdadu Tridatu itu.

Rumor ini semakin menguat mengingat Bali United membutuhkan striker berkualitas untuk menghadapi tantangan Liga 1 musim mendatang. Profil Struick sebagai pemain naturalisasi yang sudah berpengalaman di level internasional tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi manajemen klub asal Pulau Dewata tersebut.

Bahkan tidak hanya Bali United, Dewa United juga dirumorkan siap mendatangkan sang pemain, mengingat klub tersebut memiliki finansial yang mumpuni. Persib Bandung juga disebut-sebut sebagai salah satu klub yang tertarik dengan jasa striker muda ini.

Namun harapan para penggemar Liga 1 untuk melihat Struick berlaga di kompetisi domestik sepertinya harus tertunda. Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya (@rafaelstruick), pemain berpostur 185 cm ini membagikan foto sedang berada di sebuah lapangan dengan menandai lokasi Den Haag, Belanda.

Unggahan tersebut langsung menjadi tanda tanya besar bagi para pengamat sepakbola Indonesia. Pasalnya, di tengah gencarnya rumor kepindahannya ke Liga 1, Struick justru terlihat sudah berada di Belanda, tepatnya di kota tempat klubnya yang lama, ADO Den Haag, bermarkas.

ADO Den Haag merupakan klub tempat Struick menandatangani kontrak profesional pertamanya pada Juni 2022. Sebelum hijrah ke Brisbane Roar, pemain kelahiran 4 Januari 2003 ini sempat mengasah kemampuannya di akademi ADO Den Haag dan tim satelit mereka.

Kemungkinan besar Struick sedang mempertimbangkan untuk kembali ke klub lamanya, terutama mengingat pengalaman kurang memuaskannya di Australia. Kembali ke lingkungan yang sudah familiar mungkin dianggap sebagai langkah yang tepat untuk membangun kembali kariernya.

ADO Den Haag sendiri saat ini berkompetisi di Keuken Kampioen Divisie (divisi kedua Liga Belanda) setelah terdegradasi dari Eredivisie. Bagi Struick, ini bisa menjadi kesempatan emas untuk mendapat jam terbang lebih banyak dan menunjukkan kualitas sebenarnya.

Keputusan Struick untuk tidak jadi bergabung dengan klub Liga 1 tentu mengundang berbagai reaksi. Beberapa netizen bahkan mendoakan agar dia tetap berlaga di luar negeri, menganggap kasihan jika harus turun kelas ke Liga 1.

Dari sisi pengembangan karir, bermain di Liga 1 memang bisa memberikan jam terbang yang lebih stabil dibandingkan dengan pengalaman di Brisbane Roar. Namun di sisi lain, tetap berkompetisi di Eropa, meski di divisi kedua, bisa memberikan exposure yang berbeda dan tetap menjaga standar permainannya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore