JawaPos | Pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana alias Coach Justin
JawaPos.com-Timnas Indonesia akan menjalani pertandingan terakhirnya di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 grup C. Setelah berhasil mengandaskan timnas Tiongkok dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Bung Karno pada Kamis (5/6) malam, timnas berhasil mengunci satu tempat di play-off ronde keempat. Indonesia yang sudah pasti lolos akan menghadapi pemuncak klasemen grup C, Jepang, pada Selasa (10/6) waktu setempat di Suita City Stadium, Osaka.
Timnas Indonesia mengalami kekalahan telak pada pertemuan pertama melawan Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada (15/11/24) malam. Garuda mengalami kekalahan dengan 4 gol tanpa balas dari tim tamu Jepang. Samurai Biru tampil dengan kekuatan penuh dengan mengandalkan nama-nama yang sudah besar di kompetisi Eropa seperti Kaoru Mitoma, Takumi Minamino, Wataru Endo, dan Zion Suzuki. Indonesia mengandalkan trio bek utama seperti Rizki Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner namun gagal menghindarkan diri dari kekalahan.
Indonesia memiliki modal berharga berkat kemenangan atas Tiongkok di pekan sebelumnya. Sementara, Jepang harus kalah secara mengejutkan dari tuan rumah Australia dengan skor 1-0. Pelatih timnas Jepang, Hajime Moriyasu, menurunkan pemain-pemain pelapis untuk menghadapi tim Socceroos. Kemungkinan, Jepang masih akan menurunkan setengah pemain utama dengan dikombinasikan dengan pemain-pemain pelapis untuk memberikan jam terbang di level internasional.
Lantas bagaimanakah dengan timnas Indonesia? Kendati pertandingan melawan Jepang sudah tidak menentukan nasib kedua negara, tetapi Indonesia akan mendapat keuntungan bila meraih kemenangan. Tetapi, lawan yang dihadapi merupakan negara peringkat pertama ranking FIFA dari benua Asia. Berkaca pada hasil kekalahan Jepang atas Australia, pengamat sepak bola, Coach Justinus Lhaksana, memberikan opininya untuk skuad Patrick Kluivert.
Dikutip dari kanal YouTube pribadinya, mantan pelatih timnas futsal Indonesia itu melihat bahwa timnas Jepang tidak bermain serius ketika menghadapi Australia. Sehingga, timnas Indonesia bisa memanfaatkannya untuk bermain lebih agresi sejak menit pertama. Dengan bermain agresif, diharapkan satu gol dapat tercipta di babak pertama. Sehingga di babak kedua, Jepang akan bermain lebih terbuka dan bisa dimaksimalkan di sektor pertahanan.
"Jepang bermain lebih santai ketika menghadapi Australia dan Jepang, terlebih setelah memastikan diri sudah lolos untuk Piala Dunia. Bila alur permainan Jepang terus seperti ini, definitely Indonesia akan punya peluang. Ditambah dengan kembalinya Marselino yang sudah bisa bermain setelah hukuman akumulasi kartu kuning. Memang agak sulit melihat peluang Jay Idzes dkk bisa menang tetapi realitanya Jepang relatif lebih santai setelah berhasil lolos," tutur Coach Justin. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
