
Charlie Scott. (Istimewa).
JawaPos.com — Charlie Scott akhirnya angkat bicara setelah lima bulan menunggu kompensasi yang dijanjikan Semen Padang FC. Mantan pemain asing klub tersebut mengaku haknya belum juga dibayarkan hingga tenggat waktu yang telah disepakati.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Scott menuturkan dirinya telah menyepakati pemutusan kontrak lebih awal dengan pihak klub.
Dalam kesepakatan tersebut, tertulis pembayaran kompensasi dilakukan paling lambat 31 Januari 2025.
Namun kenyataannya, hingga tanggal tersebut berlalu, tidak ada pembayaran yang dilakukan pihak Semen Padang FC.
Scott pun melaporkan hal ini kepada Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) agar mewakilinya menghubungi klub.
Setelah itu, pihak klub meminta pengertian dari Scott dan berjanji akan melunasi kompensasi pada akhir Mei atau awal Juni 2025. Dengan itikad baik, Scott dan APPI menyepakati batas akhir baru yaitu 2 Juni 2025.
Sayangnya, hingga tenggat waktu tersebut terlewati, pembayaran tetap belum diterima oleh pemain asal Inggris tersebut.
Scott mengaku sangat kecewa karena haknya yang sudah disepakati dalam surat perjanjian tak kunjung dibayarkan.
Lebih menyakitkan lagi, kata Scott, klub justru mampu membagikan bonus hingga ratusan juta rupiah namun tidak menepati janji kepada eks pemainnya.
Ia merasa diabaikan, padahal ia hanya menuntut apa yang memang menjadi haknya.
"Saya punya keluarga, istri, dan anak perempuan berusia dua bulan," tulis Scott dalam unggahannya. "Saya tidak meminta lebih, saya hanya memperjuangkan apa yang sudah kami sepakati bersama di atas kertas."
Scott juga mengaku akan membawa persoalan ini ke National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia.
Menurutnya, ini adalah langkah hukum yang sesuai aturan karena klub telah lalai dalam memenuhi kewajiban kontraktual.
Ia merasa perjuangannya bukan semata-mata tentang uang, tetapi soal keadilan dan penghargaan atas profesionalisme. Scott menegaskan tidak akan berhenti sebelum mendapatkan seluruh haknya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
