Benyamin Van Breukelen (kiri) dan Muhamad Alimudin tak lagi menjadi bagian dari keluarga besar Persebaya Surabaya musim depan. (Media Persebaya)
Pengumuman ini disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi klub pada Senin (3/6/2025). Dalam unggahan tersebut, manajemen menyampaikan ucapan terima kasih dan doa terbaik untuk karier keduanya di masa depan.
“Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras untuk Persebaya selama ini. Suka dan duka kita lalui bersama,” tulis Persebaya Surabaya dalam pernyataan resminya.
Benyamin Van Breukelen merupakan pelatih kiper Persebaya Surabaya yang sudah bekerja sejak awal tahun 2020. Ia menjadi salah satu staf pelatih yang paling lama mengabdi di balik layar tim Green Force.
Pria kelahiran Medan, 4 Mei 1963 itu membawa pengalaman panjang dan lisensi kepelatihan penjaga gawang. Selama lima musim, Benyamin menangani sektor kiper dengan karakter kerja yang tenang namun tegas.
Selama kariernya di Persebaya Surabaya, Benyamin bekerja sama dengan lima pelatih kepala berbeda. Mulai dari era Aji Santoso (82 laga), Paul Munster (42 laga), Uston Nawawi (14 laga), Josep Gombau (6 laga), hingga Mustaqim (2 laga).
Perjalanan panjang Benyamin di Persebaya Surabaya turut berkontribusi pada perkembangan para penjaga gawang muda. Ia dikenal sebagai sosok yang membentuk disiplin dan daya juang di sektor terakhir pertahanan tim.
Sementara itu, Muhamad Alimudin juga menyudahi perjalanannya bersama tim kebanggaan Bonek dan Bonita. Pelatih fisik berlisensi A AFC ini pertama kali bergabung pada musim 2020/2021 tepatnya 5 Maret 2021.
Pria kelahiran Bekasi, 3 Agustus 1987 itu dikenal sebagai sosok penting di balik kebugaran pemain selama lima musim terakhir. Ia dinilai mampu menjaga kondisi fisik pemain meski jadwal kompetisi sering padat.
Selama berkarier di Persebaya Surabaya, Alimudin juga bekerja sama dengan lima pelatih kepala berbeda.
Sama seperti Benyamin, ia mendampingi Aji Santoso (80 laga), Paul Munster (42 laga), Uston Nawawi (14 laga), Josep Gombau (6 laga), serta Mustaqim (2 laga).
Perannya cukup vital terutama saat tim menghadapi masa pemulihan cedera dan latihan intensif. Ia juga turut menyusun program conditioning yang mendukung performa tim di setiap laga.
Keputusan tidak memperpanjang kontrak keduanya menjadi sinyal dimulainya perombakan staf pelatih di tubuh Persebaya Surabaya. Musim depan, tim asal Kota Pahlawan itu tampaknya bersiap dengan wajah baru dalam jajaran pelatih.
Langkah ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh setelah performa Persebaya Surabaya yang naik turun musim ini. Manajemen disebut tengah mempersiapkan struktur kepelatihan yang lebih solid untuk menatap Liga 1 Indonesia 2025/2026.
Meski tidak diperpanjang, peran Benyamin dan Alimudin tetap meninggalkan jejak positif dalam sejarah Persebaya Surabaya. Keduanya telah mengabdikan waktu dan tenaganya dalam membangun kekuatan internal tim.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
