Francisco Rivera (tengah) , gelandang Persebaya menyaksikan flare yang dinyalakan Bonek yang menyebabkan pertandingan Liga 1 berhenti beberapa saat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (23/5). FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS
JawaPos.com - Persebaya Surabaya merupakan salah satu tim Liga 1 Indonesia yang mempunyai basis penonton terbesar di Indonesia, yaitu Bonek. Hal itu tentu berdampak pada jumlah penonton saat berlaga di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Setiap kali Persebaya berlaga di GBT, stadion hampir selalu penuh, atau setidaknya Bonek yang menyaksikan langsung bisa mencapai ribuan orang.
Hal itu juga terlihat pada Liga 1 musim 2024/2025, di mana saat Persebaya bermain kandang, ada ribuan pasang mata yang turut menonton, entah itu mencapai ribuan hingga puluhan ribu Bonek.
Mengutip dari Transfermarkt, jumlah penonton yang menyaksikan laga Persebaya di Stadion GBT menembus 250.386 orang sepanjang musim 2024/2025.
Pertandingan yang paling banyak ditonton adalah saat laga klasik menjamu Persija Jakarta, di mana jumlah penonton yang hadir di GBT menembus 27.190 penonton.
Hal itu karena selain Bonek, The Jakmania juga turut menonton ke dalam stadion dengan tertib. Meski berbuntut sanksi bagi kedua tim karena aturan larangan penonton tim tamu masih berlaku, namun kondisi itu menjadi bukti bahwa jika dua kubu suporter menonton laga bersama secara tertib, maka tidak akan terjadi kericuhan.
Laga lainnya dari Green Force yang menembus lebih dari 20 ribu penonton di Stadion GBT adalah kontra PSS Sleman (26.632 penonton), Arema FC (25.000 penonton), Persib Bandung (24.301 penonton), dan Bali United (25.523 penonton).
Sedangkan pertandingan yang paling sedikit disaksikan Bonek adalah menjamu PSM Makassar (6.423 penonton), Semen Padang (7.097 penonton) dan Barito Putera (7.576 penonton).
Dengan jumlah total mencapai 250 ribu, maka hal itu sudah lebih besar daripada jumlah penonton musim 2023/2024 yang hanya sekitar 149 ribu penonton. Kenaikan tersebut tentunya juga tidak lepas dari performa Green Force musim ini yang sukses bersaing di papan atas klasemen.
Kenaikan jumlah penonton itu juga turut memengaruhi kondisi keuangan tim. Dalam sebuah kesempatan, Presiden Klub, Azrul Ananda, pernah menyatakan bahwa hasil penjualan tiket pertandingan bisa meningkatkan pemasukan klub, asalkan tidak ada biaya diluar perkiraan.
"Jangan lupa bahwa biaya operasional menggelar pertandingan juga besar, belum lagi kalau kena denda. Misalnya denda flare sekian ratus juta jika ada penonton kedapatan menyalakannya. Maka dari hasil pemasukan tiket sekian miliar itu dikurangi sekian ratus juta, sehingga pengeluarannya jadi membengkak," ungkap Azrul dalam akun YouTube resmi klub.
Ia pun berharap Bonek bisa menjadi suporter yang mendukung kehidupan Persebaya, dengan tidak membuat masalah atau kerusakan yang membebani klub, sehingga bisa memaksimalkan pendapatan melalui penjualan tiket pertandingan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
