Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Mei 2025 | 22.29 WIB

Terima Kasih Bonek! Jumlah Penonton Kandang Persebaya Surabaya Tembus 250 Ribu Orang Sepanjang Musim 2024/2025

Francisco Rivera (tengah) , gelandang Persebaya menyaksikan flare yang dinyalakan Bonek yang menyebabkan pertandingan Liga 1 berhenti beberapa saat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (23/5). FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS

 

JawaPos.com - Persebaya Surabaya merupakan salah satu tim Liga 1 Indonesia yang mempunyai basis penonton terbesar di Indonesia, yaitu Bonek. Hal itu tentu berdampak pada jumlah penonton saat berlaga di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Setiap kali Persebaya berlaga di GBT, stadion hampir selalu penuh, atau setidaknya Bonek yang menyaksikan langsung bisa mencapai ribuan orang.

Hal itu juga terlihat pada Liga 1 musim 2024/2025, di mana saat Persebaya bermain kandang, ada ribuan pasang mata yang turut menonton, entah itu mencapai ribuan hingga puluhan ribu Bonek.

Mengutip dari Transfermarkt, jumlah penonton yang menyaksikan laga Persebaya di Stadion GBT menembus 250.386 orang sepanjang musim 2024/2025.

Pertandingan yang paling banyak ditonton adalah saat laga klasik menjamu Persija Jakarta, di mana jumlah penonton yang hadir di GBT menembus 27.190 penonton.

Hal itu karena selain Bonek, The Jakmania juga turut menonton ke dalam stadion dengan tertib. Meski berbuntut sanksi bagi kedua tim karena aturan larangan penonton tim tamu masih berlaku, namun kondisi itu menjadi bukti bahwa jika dua kubu suporter menonton laga bersama secara tertib, maka tidak akan terjadi kericuhan.

Laga lainnya dari Green Force yang menembus lebih dari 20 ribu penonton di Stadion GBT adalah kontra PSS Sleman (26.632 penonton), Arema FC (25.000 penonton), Persib Bandung (24.301 penonton), dan Bali United (25.523 penonton).

Sedangkan pertandingan yang paling sedikit disaksikan Bonek adalah menjamu PSM Makassar (6.423 penonton), Semen Padang (7.097 penonton) dan Barito Putera (7.576 penonton).

Dengan jumlah total mencapai 250 ribu, maka hal itu sudah lebih besar daripada jumlah penonton musim 2023/2024 yang hanya sekitar 149 ribu penonton. Kenaikan tersebut tentunya juga tidak lepas dari performa Green Force musim ini yang sukses bersaing di papan atas klasemen.

Kenaikan jumlah penonton itu juga turut memengaruhi kondisi keuangan tim. Dalam sebuah kesempatan, Presiden Klub, Azrul Ananda, pernah menyatakan bahwa hasil penjualan tiket pertandingan bisa meningkatkan pemasukan klub, asalkan tidak ada biaya diluar perkiraan.

"Jangan lupa bahwa biaya operasional menggelar pertandingan juga besar, belum lagi kalau kena denda. Misalnya denda flare sekian ratus juta jika ada penonton kedapatan menyalakannya. Maka dari hasil pemasukan tiket sekian miliar itu dikurangi sekian ratus juta, sehingga pengeluarannya jadi membengkak," ungkap Azrul dalam akun YouTube resmi klub.

Ia pun berharap Bonek bisa menjadi suporter yang mendukung kehidupan Persebaya, dengan tidak membuat masalah atau kerusakan yang membebani klub, sehingga bisa memaksimalkan pendapatan melalui penjualan tiket pertandingan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore