Francisco Rivera (tengah) , gelandang Persebaya menyaksikan flare yang dinyalakan Bonek yang menyebabkan pertandingan Liga 1 berhenti beberapa saat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (23/5). FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus menerima pil pahit usai dijatuhi sanksi denda sebesar Rp 200 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi ini diberikan buntut dari insiden flare yang menyala saat laga menghadapi Bali United dalam pekan ke-34 Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Pertandingan tersebut berlangsung pada 23 Mei 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Laga menghadirkan duel seru dua tim besar Liga 1 namun dinodai ulah suporter yang menyalakan flare dalam jumlah banyak.
Akibat ulah tersebut, pertandingan sempat terhenti sementara dan menciptakan kekacauan di dalam stadion. Komdis PSSI menyebut telah memiliki bukti yang cukup untuk menetapkan terjadi pelanggaran disiplin serius.
Melalui surat resmi yang dirilis pada 28 Mei 2025, Komdis menyatakan Persebaya Surabaya melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.
Flare yang dinyalakan suporter dianggap telah membahayakan jalannya pertandingan dan mencederai semangat fair play.
Komdis merujuk Pasal 70 ayat 1 dan 2 serta lampiran 1 nomor 5 dalam Kode Disiplin PSSI sebagai dasar hukuman. Atas pelanggaran tersebut, Persebaya Surabaya dijatuhi denda senilai Rp 200.000.000 atau dua ratus juta rupiah.
Komdis juga menegaskan pelanggaran berulang akan berdampak pada hukuman yang lebih berat di masa mendatang. Peringatan ini diberikan agar klub dapat lebih bertanggung jawab atas ulah pendukungnya.
Pembayaran denda dilakukan melalui transfer ke rekening PSSI di Bank BRI. Rinciannya tertulis jelas dalam surat keputusan yang ditandatangani Ketua Komdis, Eko Hendro Prasetyo SH, MH.
Persebaya Surabaya memiliki hak untuk mengajukan banding atas keputusan ini. Proses banding dapat dilakukan sesuai Pasal 119 dalam Kode Disiplin PSSI.
Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persebaya Surabaya terkait langkah hukum yang akan ditempuh. Belum diketahui pula apakah klub akan membayar denda atau mengajukan keberatan.
Kondisi ini bisa merugikan tim secara teknis maupun non-teknis. Fokus pemain terganggu, ritme permainan terhenti, dan klub harus menerima hukuman finansial yang tidak kecil.
Komdis PSSI juga diharapkan berlaku adil dan konsisten dalam menjatuhkan sanksi. Dengan begitu, setiap klub akan merasa diperlakukan setara dan punya motivasi kuat untuk memperbaiki diri.
Untuk saat ini, bola panas ada di tangan Persebaya Surabaya apakah akan menerima hukuman ini atau menempuh jalur banding. Apapun keputusannya, yang jelas klub dan suporternya harus bercermin dari kejadian ini.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
