Malik Risaldi saat berfoto bersama bintang Manchester United Garnacho. (Instagram @malikrisaldi77)
JawaPos.com — Peran besar Paul Munster dalam mengembangkan bakat pemain kembali terlihat dari performa Malik Risaldi saat memperkuat ASEAN All Stars melawan Manchester United. Mantan pelatih Persebaya Surabaya itu terbukti mampu menjadikan Malik pemain serba bisa yang kini tampil di posisi bek sayap.
Malik Risaldi menjadi salah satu dari sedikit pemain Indonesia yang mendapat kesempatan tampil dalam laga prestisius melawan klub raksasa Inggris tersebut.
Bertempat di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Rabu (28/5/2025), Malik dimainkan sebagai bek kanan saat ASEAN All Stars menang 1-0 atas Manchester United.
Meski hanya tampil selama delapan menit usai menggantikan Azam Azmi di menit ke-82, kehadiran Malik menunjukkan kepercayaan pelatih ASEAN All Stars terhadap kemampuannya di berbagai posisi.
Pengalaman langka tersebut menjadi bukti kepercayaan Paul Munster tidak salah.
Keputusan Paul Munster memainkan Malik sebagai bek sayap sejatinya bukan hal baru.
Saat masih melatih Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025, pelatih asal Irlandia Utara itu sudah pernah menjajal Malik di posisi bek kanan saat menghadapi Persija Jakarta.
Dalam laga pekan ke-28 tersebut, Munster mengambil keputusan mengejutkan dengan menggeser Malik dari posisi winger ke lini belakang.
Ia menjelaskan keputusan itu murni berdasarkan taktik yang disesuaikan dengan gaya bermain lawan.
Menurut Munster, Malik memiliki kualitas yang bisa diandalkan di berbagai sektor lapangan. Hal ini membuatnya yakin sang pemain bisa berkontribusi positif meskipun bukan di posisi aslinya.
“Anda bisa mengatakan memainkan pemain terbaik, mencoba untuk memasukkannya di laga. Saya tahu Malik Risaldi bisa bermain di posisi itu,” ujar Munster saat itu.
Meski laga melawan Persija hanya berakhir imbang, Munster mengaku puas dengan performa Malik sebagai bek kanan. Kepercayaan itu terus dijaga hingga akhirnya berbuah hasil positif di level regional.
Di laga ASEAN All Stars kontra Manchester United, Malik memang tidak terlalu mendapat banyak kesempatan menyerang. Namun, kehadirannya menjadi simbol dari adaptabilitas yang dimiliki pemain berusia 27 tahun itu.
Pertandingan sendiri berjalan cukup menarik meski tak diwarnai banyak gol.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
