Selebrasi bek Persebaya Gustavo Fernandez usai merobek gawang Persik. (Dok. Antara)
JawaPos.com – Persebaya Surabaya mengakhiri Super League 2025–2026 dengan happy ending. Dalam laga terakhir yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, kemarin (23/5), Green Force berpesta lima gol ke gawang Persik Kediri.
Malik Risaldi membuka keunggulan saat laga baru berjalan 12 menit. Empat gol lainnya dicetak melalui brace Bruno Moreira pada menit ke-44 dan 88, Gustavo Fernandes (64'), serta Bruno Paraiba (80').
“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan luar biasa yang diberikan Bonek dan Bonita. Mereka memberi energi ekstra kepada para pemain,” kata pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, dalam sesi konferensi pers seusai laga.
Yang membuat Tavares semakin puas, anak asuhnya kembali mampu mencatatkan clean sheet. Dalam enam laga terakhir, gawang Persebaya tidak pernah kebobolan dan tim mampu mencetak 22 gol ke gawang lawan.
“Ini bukan soal penjaga gawang, lini tengah, atau lini depan. Clean sheet ini berkat kerja keras semua pemain. Dan saya pikir, belum ada catatan Persebaya dengan clean sheet enam laga beruntun sebelumnya. Saya pikir ini akan masuk sejarah,” tambah Tavares.
Meski hanya mampu membawa Persebaya finis di posisi keempat, Tavares mengaku lega.
“Karena saya baru datang ke sini pada bulan Januari. Sementara itu, untuk menjadi juara kompetisi sekarang jauh lebih sulit. Apalagi saya sedikit frustrasi karena sejak saya datang, tim ini pernah kalah lima kali,” terang pelatih 46 tahun itu.
Akui Superioritas Persebaya
Hasil kemarin sore membuat Persik Kediri mencatat rekor baru. Ini merupakan kekalahan terbesar yang dialami Macan Putih musim ini. Pemain senior Persik, Faris Aditama, menyebut Persebaya memang lebih superior.
“Anak-anak sudah bekerja keras dalam laga ini. Namun, Persebaya memang lebih baik kali ini. Semoga ke depan Persik bisa jauh lebih baik lagi,” katanya.
Pelatih Persik, Marcos Santos, juga merasa demikian.
“Saya pikir, performa kami memang kurang bagus hari ini. Kami memang sering tidak konsisten. Kadang kami bermain baik dan menang, tetapi kadang kami juga bermain buruk,” jelasnya.