
Erick Thohir dan Marc Klok (dok. Persib Bandung)
JawaPos.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan penyesalannya terhadap tindakan suporter yang menyalakan flare dalam laga final Liga 1 antara Persib Bandung versus Persis Solo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.
Menurut pandangan Erick, insiden penyalaan flare yang menimbulkan kepulan asap tebal ini merusak tampilan visual pertandingan yang sejatinya bisa menjadi momen historis untuk dunia sepakbola Indonesia.
"Ya kalau saya menyayangkan begini, bahwa kan tentu hari ini kan ini juara. Dengan banyaknya flare, tentu asap, secara visual juga tidak akan mendapatkan gambar yang baik buat media-media juga," kata Erick, melansir dari ANTARA.
Pimpinan PSSI tersebut mengatakan bahwa organisasi sepakbola Indonesia senantiasa mengupayakan peningkatan kualitas dalam penyelenggaraan Liga 1 dengan ekspektasi tidak terulangnya lagi penggunaan flare oleh para suporter dalam setiap pertandingan.
"Tetapi itulah animo penonton yang tidak bisa dibendung. Saya berharap ya semua klub ke depan harus lebih baik lagi dalam menyelenggarakan pertandingan dan liga juga melakukan perbaikan," kata dia.
Lebih lanjut, Erick menyampaikan bahwa FIFA saat ini tengah melaksanakan observasi secara langsung terhadap jalannya kompetisi di Indonesia dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Erick mengamini bahwa terdapat banyak hal yang masih perlu diperbaiki supaya Indonesia mampu menggelar pertandingan berstandar internasional.
"Ya, mungkin dinilai sendirilah. Kita siap atau tidak? Siap dengan kondisi seperti ini siap? Jadi, FIFA datang sendiri melihat, datang ke berbagai pertandingan, ya memang realitanya kita belum siap," katanya.
Meskipun begitu, Erick tetap mengapresiasi jerih payah semua pihak, termasuk operator liga dan klub-klub, yang konsisten berusaha merealisasikan kompetisi yang lebih profesional.
Ucapan Erick Thohir tersebut mencerminkan kekhawatiran mendalam PSSI akan budaya pendukung Indonesia yang kerap memanfaatkan flare sebagai bentuk dukungan kepada tim favorit mereka. Walau semangat suporter layak dihargai, pemakaian flare dianggap bisa merusak mutu pertandingan dan reputasi sepakbola Indonesia di kancah global.
Mengingat adanya monitoring langsung dari FIFA, Erick mempertegas bahwa Indonesia wajib segera memperbaiki diri dalam seluruh dimensi penyelenggaraan pertandingan demi mencapai standar internasional yang diinginkan.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
