Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 22.41 WIB

Laga Hidup Mati PSS Sleman di Kandang Madura United: Begini Kata Pieter Huistra

Pieter Huistra memimpin latihan PSS Sleman. (Dok. PSS) - Image

Pieter Huistra memimpin latihan PSS Sleman. (Dok. PSS)

JawaPos.com - Nasib PSS Sleman untuk tetap bertahan di Liga 1 2024/2025 akan ditentukan pada laga terakhir melawan Madura United, Sabtu (24/5/2025). Dalam momen krusial ini, pelatih PSS, Pieter Huistra menyampaikan harapannya yang besar akan hadirnya keajaiban di Bangkalan.

Pelatih asal Belanda itu menyatakan bahwa fokusnya sepenuhnya tertuju pada timnya sendiri. Ia tak mau terlalu memikirkan skenario dari laga-laga lain, termasuk duel Semen Padang melawan Arema FC yang akan ikut menentukan posisi akhir klasemen.

“Intinya kita hanya fokus, fokus saya adalah dengan tim saya sendiri dan mencoba untuk menang pertandingan,” ujar Huistra di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (21/5/2025).

“Keajaiban akan datang, kita semua berdoa untuk itu,” imbuhnya.

PSS saat ini berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 31 poin. Mereka satu level dengan Barito Putera dan hanya dua angka di bawah Semen Padang. Kemenangan atas Madura United bisa membuat mereka menyamai atau melampaui poin Semen Padang, tergantung hasil pertandingan tim asal Sumatera Barat itu kontra Arema FC.

Huistra paham betul bahwa posisi PSS belum aman. Namun, ia menegaskan bahwa peluang untuk lolos dari degradasi masih terbuka, meski tipis.

“Hasil Semen Padang 1-1 Persik itu bagus. Tentu lebih baik jika Persik menang, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita tetap masih punya peluang,” kata Huistra.

Skenario jika ketiga tim – PSS, Barito, dan Semen Padang – mengakhiri musim dengan poin sama pun sudah diperhitungkan. Meski head to head antar ketiganya saling mengalahkan, selisih gol bisa menjadi penentu.

“Jika kita menang dan Barito menang dan Semen Padang imbang, semua tim punya 34 poin. Jadi mungkin yang dipakai adalah gol dari masing-masing tim. Untuk kita, mungkin itu tidak bagus,” terangnya.

“Yang pasti kita butuh bertahan di Liga dan kita harus melihat aturan satu, dua, dan tiga. Intinya kita fokus saja,” tutup Huistra.

Komentar tersebut mempertegas tekad PSS untuk tidak menyerah hingga peluit akhir laga ditiup. Harapan masih ada, dan keyakinan bahwa keajaiban bisa datang menjadi motivasi tersendiri bagi Super Elja di laga pamungkas musim ini.

Sementara itu, Madura United sebagai lawan PSS justru menghadapi laga ini tanpa tekanan. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab sudah memastikan diri tetap di Liga 1 dan kini hanya ingin menutup musim dengan kemenangan di depan publik sendiri.

Pelatih Madura United, Alfredo Vera, mengisyaratkan akan tetap menurunkan tim terbaik meski laga tak lagi berdampak bagi posisi klasemen mereka.

“Mungkin pertandingan bagi kami tidak terlalu ada tekanan. Tapi kami main pertandingan terakhir di kandang, kami berusaha mendapat tiga poin untuk suporter yang datang,” kata Alfredo Vera saat jumpa pers jelang laga, Jumat (23/5/2025).

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore